Indonesia Punya Pondasi Kuat hadapi Gejolak Pasar Keuangan

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 11 May 2018 20:18 WIB
ekonomi indonesiapasar keuangan
Indonesia Punya Pondasi Kuat hadapi Gejolak Pasar Keuangan
Menkeu Sri Mulyani. (FOTO: ANTARA/Hafidz)

Jakarta: Pemerintah memastikan Indonesia memastikan Indonesia memiliki pondasi yang kuat untuk menghadapi gejolak yang sedang terjadi di pasar keuangan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mengalami peningkatan. Di kuartal pertama, ekonomi tumbuh 5,06 persen dibanding kuartal pertama tahun lalu.

Bahkan, secara gradual, realisasi pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2015. Di kuartal pertama 2015 ekonomi tumbuh 4,83 persen, kuartal pertama 2016 tumbuh 4,94 persen dan kuartal pertama tahun lalu tumbuh 5,01 persen. Artinya pertumbuhan di kuartal pertama trennya mengalami perbaikan.

"Selain itu, ekspor juga mengalami peningkatan, meskipun memang tidak secepat kenaikan impor," kata Ani di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei 2018.

Selain itu, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, dari kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga mengalami perbaikan. Dia bilang APBN 2018 jauh lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut tercermin dari defisit APBN yang sebesar 0,39 persen atau secara nominal sebesar Rp55,1 triliun, atau lebih baik dari tahun lalu pada periode yang sama sebesar Rp72,2 triliun, Perbaikan juga terlihat dari capaian keseimbangan primer yang mengalami surplus Rp24,2 triliun, jauh lebih tinggi dari April tahun lalu yang surplus Rp3,7 triliun.

"Jadi, kita miliki kapasitas fiskal apabila dibutuhkan dalam menghadapi gejolak," tutur dia.

Sebagai informasi, mengutip data Data Bank Indonesia per 9 Mei 2018, selama Mei 2018 (month to date) rupiah melemah 1,2 persen, baht Thailand 1,76 persen, dan lira Turki 5,27 persen. Sementara itu, sepanjang 2018 (year to date) rupiah melemah 3,67 persen, peso Filipina 4,04 persen, rupee India 5,6 persen, real Brasil 7,9 persen, rubel Rusia 8,84 persen, dan lira Turki 11,42 persen.


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA