Pilkada 2019 Berdampak Kecil terhadap Perekonomian

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 03 Jul 2018 20:09 WIB
ekonomi indonesia
Pilkada 2019 Berdampak Kecil terhadap Perekonomian
Pilkada Serentak. ANT/M Adimaja.

Jakarta: Institut for Development of Economics and Finance (Indef) menilai pemilihan kepala daerah (Pilakada) di 171 daerah telah menyumbangkan Rp91 triliun terhadap Product Domestic Bruto (PDB). Hal tersebut dari sisi ekonomi terhitung kecil. 

Salah satu ekonom Indef Rusli Abdulah menjelaskan anggaran belanja penyelanggaran pilkada sebesar Rp20 triliun yang terdiri dari alat peraga, surat suara, saksi dan lain-lain, lalu ditambah spending pasangan calon yang berada di Kabupaten, Kota, Provinsi, dan Pemerintah. 

"Spending pasangan calon Rp14 triliun dari seluruh Kota, Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah total Rp34 triliun," ujarnya di Resto Rantang Ibu, Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018. 

Ia menambahkan jika dalam sisi ekonomi angka tersebut terhitung kecil dengan persentase hanya 0,07 persen. Hal tersebut dikarenakan belanja pilkada tidak diperuntukan untuk sektor-sektor yang memiliki multiplayer effect tinggi.

"Multiplier effect yang tinggi berada pada sektor industri yang memiliki banyak penjabaran," tambahnya.

Sehingga untuk mendorong ekonomi, pemerintah daerah harus melakukan terobosan usai pilkada. Pemda dapat meningkatkan kapasitas fiskal APBD serta mendorong kerja sama antarwilayah.   

"Agar belanja daerah meningkat harus ada event-event pada saat kampanye yang dapat mendatangkan pengunjung nasional dan internasional," tegas dia.


(SAW)