Pengampunan Pajak dan Kebiasaan Mengulur Waktu

Dheri Agriesta    •    Rabu, 12 Oct 2016 18:55 WIB
tax amnesty
Pengampunan Pajak dan Kebiasaan Mengulur Waktu
Wakil Presiden Jusuf Kalla (MI/PANCA SYURKANI).

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla tak khawatir dengan capaian pendapatan pengampunan pajak yang diterima saat ini. Kalla menilai, masyarakat terbiasa mengulur hingga tenggat waktu habis.

Pemerintah masih memiliki waktu hingga Maret tahun depan untuk mengumpulkan tebusan pengampunan pajak. Kalla mengibaratkan pengusaha seperti mahasiswa yang tengah belajar dan menghadapi ujian.

"Indonesia kan gitu, seperti mahasiswa kalau belajar, belajarnya satu hari menjelang ujian, baru belajar," kata Kalla di Hotel Dharmawangsa, Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (12/10/2016).

Kalla menegaskan pemerintah tak berniat memperpanjang waktu pengumpulan tebusan. Kata dia, berapapun perpanjangan waktu yang diberikan hasilnya tak akan jauh berbeda.

Lagipula, jika perpanjangan waktu diberikan, pemerintah sama saja tak memberikan penghargaan untuk mereka yang membayar sesuai tenggat waktu. Sebab, mereka yang membayar tebusan sesuai dengan tenggat waktu akan mendapatkan tarif sebesar dua persen.

"Kalau telat tidak ada bonus dua persen, kalau diperpanjang yang menang yang telat bayar, bukan yang cepat bayar," pungkas Kalla.


(SAW)