Dua Tahun Jokowi-JK, Darmin: PR Ekonomi RI Masih Banyak Menanti

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 19 Oct 2016 17:37 WIB
dua tahun pemerintahan jokowi
Dua Tahun Jokowi-JK, Darmin: PR Ekonomi RI Masih Banyak Menanti
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Besok, usia Pemerintahan Presiden-Wakil Presiden Jokowi-JK genap dua tahun. Banyak permasalahan ekonomi yang sudah dihadapi. Namun ada juga yang masih harus diperbaiki.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan ekonomi Indonesia banyak dipengaruhi oleh ekonomi global. Namun dia sadar, bahwa saat ini tak bisa bergantung dengan ekonomi global.

"Yang harus diperbaiki ekonomi dunia. Ekonomi dunia yang terseok-seok sehingga kita terpengaruh," kata Darmin ditemui di JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Untuk itu perbaikan di sisi internal perlu dilakukan. Dia menilai di sisi internal masih banyak yang menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani. Yang paling urgent, kata dia, yakni pembangunan infrastruktur.

Baca: Dua Tahun Jokowi-JK, Pembangunan Infrastruktur Merata

"Masih harus juga memperbaiki SDM, karena SDM kita enggak bagus loh diukur secara kualitasnya. Harus diperbaiki. Lalu kebijakan pangan selama ini kita masih fokus di jangka pendek. Ke depannya kita harus membangun jangka menengah," tutur dia.

Selain itu, dari sisi pertumbuhan ekonomi, Pemerintah terus berupaya memperbaiki apa yang telah dicapai selama ini, sehingga ke depannnya mulai naik dari lima persen meski ekonomi dunia masih tetap melambat.

Untuk itu lah dikeluarkan paket kebijakan yang fokus mengulas soal deregulasi yang selama ini menjadi penghambat aktivitas ekonomi tumbuh tinggi.




Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini menambahkan, setiap saat pihaknya terus melakukan evaluasi dan identifikasi dari paket yang telah dikeluarkan agar terlihat mana yang masih belum sempurna dan harus diperbaiki.

"Jadi kita berusaha untuk menambah perbaikan selama ini bukan hanya di infrastruktur, SDM, pangan, juga industri manufaktur (lewat paket)," ujar dia.


(AHL)