Berharap dari Pertumbuhan Investasi dan Konsumsi

Arif Wicaksono    •    Rabu, 19 Oct 2016 06:15 WIB
ekonomi indonesia
Berharap dari Pertumbuhan Investasi dan Konsumsi
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri mulyani . AFP PHOTO/ZACH GIBSON.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri mulyani mengaku melambatnya pertumbuhan ekonomi pada tahun ini menciptakan anomali. 

Biasanya nilai aktivitas perdagangan global bisa dua kali dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB) secara global. Namun yang terjadi adalah nilai perdagangan global hanya mencapai setengah dari nilai PDB global.

Dia mengatakan bahwa ini situasi yang memprihatinkan. Situasi ini diperparah dengan lambatnya perekonomian di sejumlah negara Eropa, Tiongkok hingga Amerika Serikat (AS). Kondisi ini membuat ekspor tak bisa jadi menjadi alat menopang pertumbuhan ekonomi. 

baca : Kemenkeu Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 5,0% di 2016

"Dari berbagai pertemuan menteri keuangan, mereka menyatakan pertumbuhan ekonomi dunia belum bisa pulih dari krisis ekonomi 2008," kata dia dalam Prime Time News, Selasa (18/10/2016).

Dia mengatakan berbagai destinasi ekspor mengalami pelemahan. Sedangkan impor juga menurun. Terutama dari impor bahan baku dan barang modal yang artinya perekonomian sedang melambat karena lemahnya aktivitas ekonomi.  

Oleh karena itu, paket kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah diharapkan bisa mendorong investasi untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. Dia mengaku pertumbuhan investasi pada semester I tahun ini cukup menopang pertumbuhan ekonomi. 

Dia pun memprediksi perekonomian masih lemah karena masih dibayangi pergerakan harga komoditas yang masih tak menentu. Harapannya adalah rendahnya inflasi bisa menjaga konsumsi domestik untuk memutar roda perekonomian. 

"Kami berikan Imbauan bagi dunia usaha untuk menjaga daya beli dan mulai melakukan investasi," pungkasnya. 





(SAW)