BI Catat Arus Modal Masuk USD2,2 Miliar

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 16 Mar 2017 19:45 WIB
bank indonesiacapital inflow
BI Catat Arus Modal Masuk USD2,2 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat arus modal masuk atau capital inflow sebesar USD2,2 miliar sampai dengan 13 Maret. Padahal pasar keuangan global tengah dilanda ketidakpastian dengan rencana kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).

"Indonesia masih dipandang baik dari sisi bunga deferentia, return yang diterima dari pembelian surat berharga di domestik," kata Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 16 Maret 2017.

Selain itu, penilaian lembaga rating terhadap prospek ekonomi Indonesia akan mengundang minat investor asing. Dengan begitu arus modal asing ke Indonesia akan lebih banyak sehingga likuiditas yang tersedia juga semakin bertambah.

"Kami harap rating agency yang akan datang ke Indonesia akan memperbaiki rating kita. Memang satu-dua kami dengar keluhan pelaku pasar ada penurunan ritel sales dan ekspor, tapi semoga sifatnya temporer dan tidak berdampak ke aktivitasi ekonomi keseluruhan," jelas dia.

Dengan perkembangan arus modal masuk tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2017 tercatat sebesar USD119,9 miliar, atau setara 8,9 bulan impor atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Sementara itu, nilai tukar rupiah tetap menguat pada Februari 2017 sejalan dengan stabilitas makroekonomi yang tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian keuangan global. Secara rata-rata, rupiah mengalami apresiasi sebesar 0,17 persen (mtm) menjadi Rp13.338 per USD.

Penguatan rupiah didukung oleh berlanjutnya penjualan valuta asing oleh korporasi eksportir sejalan dengan kinerja ekspor yang membaik, dan aliran modal masuk ke pasar keuangan Indonesia terutama dalam rangka pembelian Surat Berharga Negara (SBN) sejalan dengan persepsi positif investor terhadap terjaganya kondisi perekonomian domestik.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mewaspadai risiko yang dapat timbul terkait arah kebijakan AS dan dampak lanjutan kenaikan FFR, serta risiko ketidakpastian politik di sejumlah negara Eropa. Untuk itu, Bank Indonesia akan terus melakukan langkah-langkah stabilisasi yang diperlukan agar nilai tukar rupiah tetap sejalan dengan fundamental dan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar.


(AHL)

Menkeu: Level Utang Indonesia Masih Aman

Menkeu: Level Utang Indonesia Masih Aman

25 minutes Ago

Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan kondisi utang Indonesia masih di level aman jika diband…

BERITA LAINNYA