Menteri Bambang Sedikit Kecewa dengan Pertumbuhan Ekonomi di 2017

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 06 Feb 2018 14:44 WIB
bappenas
Menteri Bambang Sedikit Kecewa dengan Pertumbuhan Ekonomi di 2017
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro.. ANT/Sigid Kurniawan..

Nusa Dua: Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengaku sedikit kecewa dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi di sepanjang 2017. Sebab, pertumbuhan ekonomi nasional cuma mencapai 5,07 persen atau di bawah target pemerintah dalam ‎Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 yang dipatok 5,2 persen.

Belum lama ini Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2017 hanya sebesar 5,07 persen. Angka itu lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) yang sebesar 5,2 persen. Meski di bawah target, angka itu merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 2014. Tercatat, pada 2014 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,01 persen, 2015 sebesar 4,88 persen dan pada 2016 sebesar 5,03 persen.

"Tahun lalu, ekonomi tumbuh 5,07 persen atau 5,1 persen secara tahunan. Ini sedikit mengecewakan karena kami berharap bisa segera keluar dari kisaran lima persen, tapi kami memahami itu tidak mudah mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global," kata Bambang, ditemui dalam acara seminar internasional yang dijalankan di The Mulia Hotel, Nusa Dua, Bali, Selasa, 6 Februari 2018.

Salah satu kunci demi mendorong ekonomi, bilang Bambang, dengan tersedianya infrastruktur. ‎Hal itu seperti yang terlihat dari capaian pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang didahului dengan pembangunan infrastruktur selama satu dekade. Dengan ketersedian infrastruktur, konektivitas antar daerah bisa meningkat. ‎

"Kita (Indonesia) terbelakang dalam hal perkembangan infrastruktur," ujar Bambang. 

Padahal, dia mengaku, ‎Indonesia berpotensi masuk ke dalam daftar lima perekonomian terbesar di dunia dalam beberapa dekade ke depan. Hal itu akan dipacu oleh besarnya pasar dan banyaknya jumlah penduduk di Indonesia. Melihat keadaan itu, Bambang menekankan, pemerintah sejak beberapa tahun terakhir terus mendorong investasi, seperti memperbaiki iklim dan deregulasi investasi. Dengan begitu, ekonomi Indonesia tidak lagi bergantung pada konsumsi.

"Adanya keterbatasan anggaran negara, ‎pemerintah juga ingin pembiayaan investasi infrastruktur juga berasal dari anggaran non negara baik dari sektor swasta maupun sektor lain, salah satunya dana jaminan sosial termasuk dana pensiun," pungkas Bambang.



(SAW)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

1 hour Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA