BI: Pandangan IMF Sejalan dengan Reformasi Pemerintah

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 07 Feb 2018 17:53 WIB
imf
BI: Pandangan IMF Sejalan dengan Reformasi Pemerintah
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. (Medcom.id/Desi Angriani).

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai apa yang menjadi pandangan Dana Moneter Internasional (IMF) sejalan dengan reformasi yang dijalankan pemerintah. Baik pemerintah maupun bank sentral sama-sama menjalankan reformasi di sektor masing-masing demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.

"Kita lihat mereka pun mendukung bahwa ekonomi kita bisa tumbuh 5,3 persen. Jadi saya lihat secara umum reform yang dilakukan pemerintah, reform oleh fiskal dan reform oleh BI dihargai di forum itu," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Rabu, 7 Februari 2018.

Dirinya menambahkan kepercayaan lembaga internasional seperti IMF harus dibarengi dengan perbaikan di dalam negeri. Apalagi IMF juga memberikan rekomendasi supaya government revenue melalui reformasi fiskal mesti didukung demi tercapainya pertumbuhan ekonomi tinggi.

"Jadi apakah revisi UU KUP atau pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai. Bahkan PNBP juga diskusikan. Jadi untuk artikel foursaya lihat itu suatu assessment dan ekspresi confident dari IMF atas ekonomi Indonesia," jelas dia.

IMF dalam asesmennya terhadap Indonesia menyatakan bahwa saat ini Indonesia berada pada posisi yang baik dalam mengatasi berbagai tantangan socio-economy. Lebih lanjut, IMF memperkirakan bahwa dengan skenario reformasi fiskal dan reformasi lainnya pertumbuhan potensial Indonesia dapat mencapai 6,5 persen di jangka menengah hingga tahun 2022.

Para Direktur Eksekutif IMF dalam pertemuan tersebut memuji perekonomian Indonesia dan menyambut baik fokus bauran kebijakan jangka pendek otoritas yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas. Dewan Direktur juga memandang positif upaya otoritas yang memfokuskan pengeluaran publik ke sektor-sektor prioritas dan menyambut baik kemajuan investasi infrastruktur di Indonesia.

Lebih lanjut, para Direktur Eksekutif IMF menekankan bahwa tahapan reformasi fiskal-struktural yang baik harus menjadi prioritas sehingga bisa dilakukan mobilisasi penghasilan negara untuk mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan lainnya. Ke depan, Dewan Direktur memandang outlook perekonomian Indonesia positif namun menekankan perlunya tetap waspada terhadap berbagai risiko.





(SAW)