Penerapan Tarif Bagasi Berpotensi Ciptakan Inflasi

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 01 Feb 2019 11:12 WIB
inflasipesawatpenerbangan
Penerapan Tarif Bagasi Berpotensi Ciptakan Inflasi
Kepala BPS Suhariyanto (tengah) (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menilai adanya penerapan harga bagasi di luar harga tiket pesawat akan memicu inflasi di Februari 2019. Untuk diketahui, pada Januari 2019 tercatat angkutan udara sudah menyumbang inflasi sebesar 0,02 persen.

Kepala BPS Suhariyanto tidak menampik adanya penerapan tarif bagasi akan memengaruhi kenaikan harga tiket pesawat secara keseluruhan. "Harga bagasi naik, harga tiket akan berpengaruh," kata Suhariyanto, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat, 1 Februari 2019.

Meski demikian, Suhariyanto mengungkapkan BPS belum bisa memperkirakan penerapan tarif bagasi tersebut akan memberikan pengaruh seberapa besar terhadap inflasi. Hal itu diutarakannya karena hingga kini tidak semua pesawat menerapkan tarif bagasi.

Selain itu, harga tiket pesawat di berbagai maskapai berbeda-beda. "Yang menerapkan bagasi hanya tertentu saja. Lalu, total penerbangan di Indonesia dan harga tiket tentu berpengaruh," ujar dia.

Seperti diketahui, pemerintah membolehkan maskapai menerapkan bagasi berbayar kepada para penumpangnya. Hal tersebut tertuang pada pasal 22 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Beberapa maskapai pun langsung merespons kebijakan tersebut. Salah satunya Lion Air yang sudah memberlakukan bagasi berbayar pada 8 Januari 2019. Lalu, Citilink Indonesia yang juga berencana akan menerapkan bagasi berbayar pada 8 Februari 2019.


(ABD)