BI Masih Mewaspadai Perkembangan Global

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 16 Jun 2017 14:40 WIB
bank indonesia
BI Masih Mewaspadai Perkembangan Global
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) masih mewaspadai adanya tekanan yang datang dari perkembangan global. Salah satunya adalah masih adanya potensi kenaikan Fed Fund Rate oleh bank sentral Amerika Serikat, the Fed, meski hingga kini sudah ada dua kali kenaikan masing-masing 25 basis poin (bps).

"Dan kami tahu Fed rate masih akan naik lagi mungkin September atau Desember, 2018 juga masih akan ada (kenaikan)," ujar Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat 16 Juni 2017.

Selain itu, BI juga tetap mewaspadai rencana penurunan neraca the Fed yang arahnya semakin positif akan dilakukan tahun ini. Dengan penurunan tersebut, maka mata uang dolar Amerika Serikat (AS) akan menjadi semakin kuat sehingga berpotensi menekan gerak mata uang negara rupiah.

Dirinya menambahkan, kondisi di Eropa juga menjadi perhatian bank sentral yang dikhawatirkan akan berdampak negatif kepada Indonesia. Di samping itu, ada pula potensi penurunan harga minyak dunia meskipun di sisi lain terjadi perbaikan harga komoditas.




"Di Italia kelihatan di sana perbankannya tidak dalam kondisi terlalu baik. Di Inggris hasil pemilu karena tidak ada mayoritas di parlemen juga jadi hal yang kami waspadai. Kami lihat ekonomi dunia yang kemarin ada perbaikan harga komoditas kelihatan ada bias menurun itu pun terjadi pada harga minyak. Ini kami waspadai," jelas dia.

Dengan perkembangan tersebut, BI telah memutuskan jika suku bunga acuan atau BI 7 day reverse repo rate sebesar 4,75 persen. Keputusan yang dianggap masih sejalan dengan target indikator ekonomi ini, namun level ini mempertahankan suku bunga acuan sejak delapan bulan lalu.

"Kami meyakini bahwa 4,75 persen itu sejalan dengan kondisi stabilitas sistem keuangan dan stabilitas makro ekonomi yang sedang berjalan. Dan kami yakini sistem keuangan dan makro ekonomi terjaga dan dalam keadaan stabil, kami harus waspadai perkembangan di dunia yang mesti kami waspadai memang hari sebelumnya ada kenaikan Fed rate," pungkasnya.

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA