Ekonomi DKI Jakarta Tumbuh 5,96% di Kuartal II-2017

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 08 Aug 2017 10:22 WIB
ekonomi indonesia
Ekonomi DKI Jakarta Tumbuh 5,96% di Kuartal II-2017
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal II-2017 turun menjadi 5,96 persen dari 6,45 persen pada kuartal sebelumnya. Namun demikian, pertumbuhan sepanjang semester I-2017 sebesar 6,20 persen tercatat lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 5,89 persen.

"Perlambatan yang terutama disebabkan oleh pelemahan kinerja ekspor dan impor, serta belanja pemerintah," kata Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Doni P. Joewono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Pelemahan kinerja ekspor DKI Jakarta tidak terlepas dari perkembangan pasar luar negeri untuk produk ekspor utama Jakarta seperti kendaraan bermotor dan perhiasan yang belum sejalan dengan perbaikan kondisi ekonomi global secara umum. Pada kuartal II-2017 ekspor Jakarta mengalami pertumbuhan negatif 13,69 persen (yoy), lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencatat kontraksi sebesar 5,84 persen.

Selain itu, kebijakan pemerintah melalui Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. SK2717/Aj.201/DRJD tentang Pengaturan Lalu-lintas dan Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang pada Masa Angkutan Lebaran tahun 2017 turut berkontribusi dalam rendahnya aktivitas ekspor dan impor Jakarta.

Pelemahan ekonomi juga dikontribusi oleh melemahnya kinerja belanja pemerintah, karena bergesernya pembayaran gaji dan tunjangan ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) dari kuartal II ke kuartal III 2017. Dampak dari ditundanya pembayaran gaji dan tunjangan ke-13 bagi PNS yaitu kontraksi terhadap konsumsi pemerintah pada kuartal II 2017 sebesar 5,15 persen (yoy).

Sementara itu, komponen pengeluaran yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal II 2017 adalah konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) dan ekspor neto antardaerah yang masih tumbuh cukup tinggi, meskipun mengalami perlambatan. Sebaliknya investasi tumbuh meningkat sejalan dengan realisasi berbagai proyek infrastruktur di DKI Jakarta.

Laju perlambatan pada konsumsi rumah tangga dapat tertahan dengan adanya faktor puasa dan idul Fitri, sedangkan pada konsumsi LNPRT terbantu dengan adanya pilkada DKI Jakarta putaran kedua dan persiapan pilkada di daerah lain, serta kegiatan yayasan (lembaga) keagamaan sepanjang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

"Pertumbuhan ekonomi yang membaik pada paruh pertama 2017, diprakirakan akan berlanjut pada kuartal berikutnya. Pertumbuhan konsumsi pemerintah diprakirakan naik didorong oleh belanja pegawai yang meningkat," jelas dia.

Selain itu, pertumbuhan investasi diprakirakan masih terjaga, didukung oleh realisasi berbagai proyek infrastruktur pemerintah. Sementara itu, kegiatan ekspor dan impor diperkirakan akan membaik sejalan dengan perbaikan ekonomi global dan kembali normalnya jalan nasional dan jalan tol untuk kegiatan angkutan barang ekspor dan impor.

"Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta," pungkasnya.

 


(AHL)