BI: Pergerakan Rupiah Cerminan Fundamental Ekonomi RI

Desi Angriani    •    Selasa, 13 Jun 2017 16:33 WIB
rapbn 2018
BI: Pergerakan Rupiah Cerminan Fundamental Ekonomi RI
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (R-APBN) 2018 mengatakan, nilai tukar Rupiah yang kini berada pada kisaran Rp13.000 per USD merupakan cerminan fundamental ekonomi Indonesia yang kian membaik. Penguatan nilai tukar rupiah ke depan juga didorong oleh status rating Investment Grade dari S&P yang diterima Indonesia.

"Nilai tukar rupiah Rp13.000 per USD adalah cerminan fundamental RI. Sekarang market Indonesia jadi investment grade, sehingga banyak yang akan masuk capital inflow nya," kata Agus  dalam paparannya di Komisi XI DPR RI, Kompleks Senayan Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Menurutnya, capital inflow yang besar akibat kebijakan moneter quantative easing itu cenderung menguatkan mata uang Rupiah. Agus berharap, arus kas masuk tetap terjaga di Indonesia agar fundamental ekonomi terjaga.

"Karena sejak 2012 transaksi berjalan kita dipengaruhi impor yang lebih besar, daripada ekspor. Semuanya defisit transaksi berjalan puncaknya 2013 ini enggak mungkin rupiah menguat," tuturnya.

Agus menambahkan, faktor lain yang mengakibatkan nilai tukar rupiah melemah ialah inflasi yang mulai terkendali.  

"Dua tahun terakhir inflasi kita 3,4 persen dan  3,02 persen pada 2016 itu adalah yang terbaik dalam 45 tahun terakhir. Kalau kita keluarkan tahun 1999 lebih parah saat krisis moneter," tandasnya.

Seperti diketahui, asumsi nilai tukar Rupiah dari  Bank Indonesia (BI)  berada di kisaran Rp13.400 per USD hingga Rp13.700 per USD.

Angka itu lebih baik dibandingkan dengan asumsi nilai tukar milik pemerintah yang berada pada kisaran Rp13.500-Rp13.800 per USD yang tertuang dalam Kerangka RAPBN 2018.


(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA