Gerak ICP dan Rupiah Alasan Pemerintah Naikkan Subsidi Solar

Suci Sedya Utami    •    Senin, 04 Jun 2018 13:47 WIB
solar subsidiSubsidi Solar
Gerak ICP dan Rupiah Alasan Pemerintah Naikkan Subsidi Solar
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk menaikkan subsidi solar dari Rp500 per liter menjadi Rp2.000 per liter. Keputusan tersebut telah dirundingkan oleh beberapa kementerian terkait.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan keputusan tersebut diambil dengan melihat pekembangan kenaikan harga minyak Indonesia (ICP) serta pergerakan nilai tukar rupiah.

Askolani mengatakan pergerakan tersebut memberikan dampak bagi penerimaan negara dari sektor migas yang juga ikut meningkat. Meski di sisi lain juga berdampak pada kenaikan harga jual BBM yang mempengaruhi keuangan Pertamina serta daya beli masyarakat.

Baca: Penambahan Subsidi Solar untuk Menjaga Daya Beli

"Maka Pemerintah dimungkinkan melakukan penyesuaian besaran subsidi BBM solar dari Rp500 per liter hingga menjadi Rp2.000 per liter, dengan tetap lihat perkembangan harga ICP," kata Askolani pada Medcom.id, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Deputi bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menambahkan peningkatan besaran subsidi solar dilakukan dengan mempertimbangkan harga ICP sejak Januari 2018.

Nantinya, tambahan subsidi dari pemerintah akan dibayarkan kepada Pertamina setelah realisasi penyaluran solar sepanjang 2018 selesai. Fajar menyatakan tambahan subsidi untuk solar tidak perlu disertakan dalam APBNP 2018 maupun melalui persetujuan DPR karena mengacu pada harga ICP.

 


(AHL)