Tekanan Ekonomi Bikin The Fed Tahan Naikan Suku Bunga

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 22 Sep 2016 19:44 WIB
suku bunga
Tekanan Ekonomi Bikin The Fed Tahan Naikan Suku Bunga
(Deputi Gubernur BI, Mirza Adityaswara. (Foto: Antara/ Rivan Awal Lingga)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai keputusan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (the Fed) mempertahankan tingkat suku bunga (Fed Fund Rate) tidak terlepas dari kondisi ekonomi domestik Negeri Paman Sam yang masih lemah. Lemahnya ekonomi AS tak lepas dari tertekan perlambatan ekonomi global.

"Perekonomian global lebih lemah, ekonomi AS juga lemah, makanya Fed tadi malam enggak naikkan," kata Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (22/9/2016).

Kondisi serupa juga dialami oleh negara-negara maju di dunia yang sebagian besar menpertahankan kebijakan suku bunganya. Tiongkok dan Jepang masih menghadapi pertumbuhan ekonomi yang belum menggembirakan, sementara ekonomi Eropa pun masih lemah.

Dengan perkembangan ekonomi tersebut, maka otoritas moneter memperkirakan ekonomi global masih tertekan. Hal yang sama juga diprediksikan oleh lembaga keuangan global, seperti IMF dan Bank Dunia.

"Memang kalau BI sangat memperhatikan kondisi ekonomi global. Secara umum kita lihat ekonomi global masih belum recover, kalau sudah (membaik) pun enggak sustainable recovery-nya," ujar dia.

Sebelumnya, the Fed memutuskan untuk tidak mengubah tingkat suku bunga acuan pada Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB). Namun demikian, the Fed memberikan sinyal kemungkinan untuk mengetatkan kebijakan moneter pada akhir 2016 ini karena pasar tenaga kerja membaik.

Dalam pertemuan Federal Open Market Committe (FOMC) 20-21 September, terdapat beberapa poin penting yang dihasilkan. Pertama, the Fed menilai kegiatan ekonomi AS telah meningkat dan data tenaga kerja terbilang solid dalam beberapa bulan terakhir ini. Kedua, kasus untuk menaikkan suku bunga atau Fed Fund Rate (FFR) terbilang kuat.

Ketiga, komite the Fed memutuskan untuk saat ini tidak menaikkan suku bunga sampai ada lebih banyak bukti dari progres data kerja dan tingkat inflasi. Keempat, keputusan pengambilan suara berada di posisi tujuh-tiga. Kesemuanya itu membuat keputusan untuk suku bunga tidak berubah. (SCI)




Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA