BI Usul Kenaikan Administered Price di Semester II

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 14 Apr 2017 11:53 WIB
inflasi
BI Usul Kenaikan <i>Administered Price</i> di Semester II
Ilustrasi Bank Indonesia. (FOTO: MI/Usman Iskandar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyarankan pemerintah untuk bisa menaikkan harga yang diatur pemerintah (administered price) pada semester II. Hal ini guna mengantisipasi kenaikan inflasi yang sampai saat ini dinilai masih dalam kondisi baik.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, dalam dua tahun terakhir inflasi dapat dijaga dengan baik. Pencapaian ini diraih karena terjaganya inflasi dari pangan bergejolak (volatile food) yang selama ini sering kali menjadi penyumbang terbesar dalam komponen inflasi.

"Karena kondisi di dua tahun terakhir inflasi di 3,35 persen, 3,02 persen itu pencapaian yang baik. Tetapi kita juga paham bahwa kalau misalnya nanti dilakukan satu reformasi energi, melalui subsidi yang kurang efektif dan itu perlu berdampak kepada inflasi yang agak tinggi," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis malam 13 April 2017.

Baca: BI Sarankan Kenaikan Administered Price di Periode April-Mei

Hingga saat ini pemerintah baru melakukan penyesuaian terhadap tarif dasar listrik (TDL). Sementara selanjutnya ada rencana untuk melakukan penyesuaian terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta elpiji. Agus mengakui jika rencana ini memang sejalan dengan upaya melakukan reformasi subsidi pemerintah.

"Kita pun bisa menerima karena itu adalah komitmen reformasi struktural dan itu sifatnya satu kali, one time, tetapi untuk ekonomi menjadi sentral. Tapi ini semua masih akan didiskusikan. Jadi kita mesti mewaspadai kemarin ini ketika deflasi 0,02 persen sebetulnya itu adalah kesempatan yang baik. Tetapi memang kondisi belum mengharuskan pemerintah untuk melakukan di semester pertama ini," jelas dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, pemerintah masih akan melakukan diskusi terkait kenaikan administered price. Dirinya masih akan memanggil kementerian terkait untuk pembahasan lebih lanjut.

"Kita sedang membuat kalkulasi, analisa, seperti apa yang kombinasi yang optimum mengenai hal ini. Kita masih akan bicara dengan Menteri ESDM dan Menhub dan sebagainya. Belum selesai betul," kata Darmin.


(AHL)