Kemenkeu Jamin Pemerintah Mampu Bayar Utang Rp3.672 Triliun

Desi Angriani    •    Kamis, 13 Jul 2017 08:40 WIB
utang luar negeri
Kemenkeu Jamin Pemerintah Mampu Bayar Utang Rp3.672 Triliun
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pemerintah mampu membayar utang negara sebesar Rp3.672,33 triliun. Utang tersebut terdiri dari Rp2.943 triliun Surat Berharga Negara (SBN) dan Rp728,60 triliun pinjaman luar negeri.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Scenaider Clasein mengatakan, pemerintah memiliki Rp1.000 triliun dari sumber penerimaan pajak yang bisa digunakan untuk melunasi utang.

"Uang kita banyak, Rp1.000 triliun uang penerimaan pajak. Kalian tidak usah ragukan soal pelunasan ini," katanya seusai rapat bersama Banggar DPR di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 12 Juli 2017.

Menurutnya, masyarakat kurang percaya dengan kemampuan pemerintah selama ini. Padahal penerimaan dari seltor pajak terus digenjot sebagai salah satu modal membayar utang negara.

"Cuma karena kita orang Indonesia merasa diri kita kecil, jadi kita takut, negara kita ini besar," tuturnya.

Kendati demikian, pemerintah mustahil dapat melunasi utang Rp3.672,33 triliun dalam jangka setahun. Pasalnya, Anggaran Pendapatan Belanja Negara masih defisit dan pelunasan dilakukan secara bertahap hingga jatuh tempo pada 2040.




"Kalau mau lunasin pun tidak mungkin sekali setahun, nanti kita tidak belanja apa-apa, biasanya kita lunasi bertahap, sampai nanti kalau ada surplus itu kita buat untuk lunasi utang, kalau sekaligus enggak, karena jatuh temponya juga tidak ada sekaligus, karena sudah ditentukan jatuh temponya ini sampai 2040," tutur dia.

Dia menambahkan, rasio utang Indonesia saat ini jauh terkendali bila dibandingkan dengan negara lain. Utang dibuat untuk menjaga kredibilitas APBN dengan menjaga rasio utang terhadap PDB sebesar 28 persen.

Selama Mei 2017, total penerbitan SBN mencapai Rp38,09 triliun sedangkan penarikan pinjaman sebesar Rp1,24 triliun. Pembayaran kewajiban utang di Mei mencapai Rp62,98 triliun, terdiri dari pembayaran pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp39,89 triliun dan pembayaran bunga utang sebesar Rp23,09 triliun.

Dibandingkan bulan sebelumnya, rata-rata perdagangan SBN di pasar sekunder cenderung meningkat. Porsi kepemlikan asing atas SBN yag diperdagangkan pada Mei 2017 mencapai 39,15 persen. Mayoritas investor asing masih memegang SBN dengan jangka waktu di atas 5 tahun.


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

13 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA