Menkeu Sebut Penertiban Lartas Bisa Dorong Investasi

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 09 Aug 2017 06:30 WIB
pertumbuhan ekonomiinvestasiekonomi indonesia
Menkeu Sebut Penertiban Lartas Bisa Dorong Investasi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MI/MOHAMAD IRFAN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah ingin mendorong investasi sebagai sumber penggerak pertumbuhan ekonomi di kuartal selanjutnya. Hal itu dianggap penting demi mencapai target pertumbuhan yang telah disusun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 yang berada di angka 5,2 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, salah satu pendorong investasi yakni dengan menurunkan jumlah larangan terbatas (lartas). Ani, biasa ia disapa, mengungkapkan, penurunan lartas akan menekan biaya.

"Kalau dari sisi investasi maka hal seperti penurunan jumlah lartas sehingga dia bisa kurangi biaya impor di dalam negeri," kata Ani, ketika ditemui di Grand Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Selasa 8 Agustus 2017.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dengan dikuranginya jumlah lartas maka akan bisa menciptakan efisiensi baik dari sisi waktu maupun biaya. Selama ini banyak sekali jumlah lartas yang menjadi penghambat kegiatan ekoniomi. Pemerintah berencana menurunkan dari level 49 persen ke 17 persen.

Penurunan lartas nantinya akan masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi jilid XVI yang rencananya akan diterbitkan pekan depan. Dalam paket selanjutnya akan fokus untuk mempercepat pelaksanaan investasi yang masuk ke dalam negeri.  

"Ke depan kami harus menaikkan upaya mendorong investasi. Karena yang paling mungkin didorong itu. Investasi kami akan dorong di atas 5,8 persen," ujar Darmin.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini menambahkan, paket ke-16 akan mengatur soal perizinan investasi baik yang di pusat maupun di daerah agar bisa diterapkan dalam satu model. "Paket 16 paket menyangkut semua k/l, semua pemda, karena selama ini keluhannya paling-paling itu, deregulasi sudah banyak tapi di lapangan masih ada," pungkas dia.


(ABD)