Cadangan Devisa RI Meningkat USD4,03 Miliar

   •    Jumat, 05 Jan 2018 08:59 WIB
cadangan devisa
Cadangan Devisa RI Meningkat USD4,03 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan jumlah cadangan devisa hingga akhir Desember 2017 sebesar USD130 miliar atau meningkat sekitar USD4,03 miliar dari posisi November 2017 sebesar USD125,97 miliar.

"Per Desember 2017 sebesar USD130 miliar," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di sela rakor tentang beras di Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Seperti dikutip dari Antara, Agus belum menjelaskan penyebab kenaikan cadangan devisa itu. Bank Sentral akan merilis posisi cadangan devisa Desember 2017 itu secara detail pada 8 Januari 2018.

Seperti diketahui, posisi cadangan devisa mencerminkan daya stabilitas nilai tukar rupiah. Selama Desember 2017, jika melihat kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), posisi nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran 13.500 per USD.

Jika melihat realisasi 2017, nilai tukar rupiah hanya terdepresiasi 0,78 persen, menurut data hingga 21 Desember 2017. Besaran depresiasi yang di bawah satu persen, kata Agus, mencerminkan stabilitas nilai tukar rupiah yang makin terjaga ketimbang pada 2016.

Adapun dari tingkat gejolak nilai tukar atau volatilitas rupiah, sejak Januari 2017 hingga pertengahan Desember 2017, volatilitas rupiah di bawah tiga persen. Tingkat volatilitas rupiah itu sejajar dengan ringgit Malaysia dan peso Filipina yang juga menurun volatilitasnya pada 2017 ketimbang 2016.

Analis Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menyampaikan kenaikan cadangan devisa tersebut cukup signifikan dan di atas ekspektasi.

"Ini menunjukkan secara fundamental ekonomi kita tahan terhadap guncangan. Padahal ada reformasi pajak AS dan instabilitas geopolitik. Bisa dikatakan lebih imun terhadap gejolak eksternal," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Ia menambahkan, cadangan devisa itu cukup untuk membiayai lebih dari 8,7 bulan impor, atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, secara keseluruhan, level cadangan devisa yang meningkat lebih dari USD4 miliar itu cenderung aman dan sehat.

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, kemarin petang, bergerak menguat 38 poin menjadi Rp13.437 jika dibandingkan dengan sebelumnya pada posisi Rp13.475 per USD. (Media Indonesia)


(AHL)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA