Chandra Asri Bakal Tingkatkan Kontribusi Pajak ke Negara

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 14 Mar 2018 01:28 WIB
pajakekonomi indonesiaspt pajak
Chandra Asri Bakal Tingkatkan Kontribusi Pajak ke Negara
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.

Jakarta: PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) atau CAP menerima Penghargaan Wajib Pajak dari Kanwil Dirjen Pajak (DJP) Wajib Pajak Besar di Jakarta. Dengan adanya penghargaan ini, perusahaan akan lebih berkontribusi besar menyumbang penerimaan negara.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah, terutama kepada Kementerian Keuangan dan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar yang telah memberikan penghargaan kepada kami. Kami optimistis, tahun ini, CAP dapat terus berkontribusi kepada negara melalui kepatuhan membayar pajak serta terus menjaga ketaatan terhadap peraturan perpajakan,” kata Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemical, Erwin Ciputra, ditemui di Kanwil DJP WP Besar Sudirman, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

Sepanjang 2017, CAP membukukan kenaikan laba bersih sebesar USD319,2 juta atau setara Rp4,37 triliun (Rp13.700 per USD). Jumlah ini naik 6,3 persen bila dibanding laba sebesar USD300,1 juta di akhir 2016 lalu.‎

Kenaikan laba perseroan dibantu oleh volume yang lebih tinggi dan ‎marjin produk sehat yang terus berlanjut. Laba yang tumbuh positif ini memberikan dampak bagi pendapatan perusahaan yang tercatat meningkat 25,3 persen menjadi USD2,41 miliar dari posisi USD1,93 miliar di akhir 2016.

Melalui penghargaan Wajib Pajak, emiten dengan kode TPIA ini menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan yang dicanangkan pemerintah, dengan melaksanakan kewajibannya sebagai wajib pajak.

“Hal ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang telah diterapkan CAP selama ini,” tutur Erwin Ciputra.

Penerimaan pajak Kanwil DJP Wajib Pajak Besar 2017 mencapai Rp361,84 triliun dan target penerimaan tahun 2018 sebesar Rp432,37 triliun yang berarti tumbuh 19,54 persen dibanding realisasi tahun 2017. Pencapaian target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar tahun 2018 akan mendukung 30,33 persen target nasional, yaitu sebesar Rp1.424 triliun.

Kanwil DJP Wajib Pajak Besar berencana untuk meningkatkan kerjasama dengan pihak ketiga terutama untuk pertukaran data. Integrasi data perpajakan yang sudah dimulai dengan wajib pajak BUMN juga menjadi agenda prioritas untuk meningkatkan kepatuhan sukarela wajib pajak.

“Bagi wajib pajak adanya integrasi data ini akan memudahkan dalam pelaporan SPT, menurunkan compliance cost, dan memberikan ketenangan wajib pajak dalam menjalankan usaha,” pungkas Erwin.


(Des)