Pemerintah Lobi Amerika Serikat soal Perang Dagang

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 06 Jul 2018 17:13 WIB
ekonomi amerikaekonomi indonesiaPerang dagang
Pemerintah Lobi Amerika Serikat soal Perang Dagang
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (FOTO ANTARA /Widodo S. Jusuf)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan lobi kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait terjadinya perang dagang antara AS dengan Tiongkok. Pemerintah Indonesia menilai perang dagang yang dilakukan Presiden AS Donald Trump akan berdampak negatif.

"Kita lobi dan kita sudah kirim surat, sudah lama. Duta besar juga sudah bicara, kita juga sudah bicara," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat, 6 Juli 2018.

Tak hanya itu, Enggar juga melakukan lobi kepada Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat atau United States Trade Representative (USTR). Bahkan, Mendag telah berbicara dengan Duta Besar AS untuk Indonesia mengenai perang dagang ini.

Menurutnya perang dagang yang terjadi antara AS dengan Tiongkok sekarang ini akan berdampak buruk bukan hanya bagi kedua negara tetapi juga perdagangan internasional. Untuk itu, Enggar berharap, lobi yang dilakukan bisa mengurangi ketegangan akibat kebijakan perang dagang AS.

"Kita berpendapat bahwa perang dagang itu sesuatu yang tidak baik karena nanti perang dagang antara AS dengan Tiongkok, dengan Kanada, itu akan memberi dampak yang tidak baik bagi perdagangan. Kalau kita sudah menyikapi itu, kan kalau bisa kita lakukan lobi kenapa tidak," jelas dia.

Sebelumnya, USTR telah melakukan evaluasi terhadap produk-produk yang menerima Generalized System of Preferences (GSP). Di antara negara-negara yang produknya ditinjau ulang adalah Indonesia, India, dan Kazakhstan.

Total ada 3.500 produk-produk yang masuk GSP yang akan dievaluasi dalam daftar produk bebas bea masuk yang dihasilkan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini dikhawatirkan bisa memicu perang dagang antara AS dengan Indonesia.


(ABD)