25% Konsumsi Masyarakat Miskin Digunakan untuk Beli Pulsa

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 05 Jun 2018 06:31 WIB
pertumbuhan ekonomikemiskinanbappenasekonomi indonesia
25% Konsumsi Masyarakat Miskin Digunakan untuk Beli Pulsa
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan pulsa telepon genggam memiliki porsi signifikan terhadap tingkat konsumsi masyarakat terbawah atau penduduk miskin. Adapun porsi masyarakat terbawah atau penduduk miskin mencapai 40 persen dari total golongan atau lapisan masyarakat.

Jika dirinci, porsi penduduk miskin mencapai 40 persen, penduduk kelas menengah mencapai 40 persen, dan sisanya sebanyak 20 persen merupakan penduduk kelas atas atau kaya. Sejauh ini, pemerintah terus berupaya agar jumlah penduduk miskin bisa ditekan sedemikian rupa.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, berdasarkan sensus nasional 2016, rata-rata porsi konsumsi pulsa oleh masyarakat miskin terhadap total konsumsi per kapita per bulan mencapai sekitar 25 persen.

"Konsumsi masyarakat miskin dan rentan yang berada di 40 persen terbawah terhadap pulsa telepon genggam cukup besar," kata Bambang, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Juni 2018.

Besarnya konsumsi terhadap pulsa telepon genggam, kata Bambang, ditenggarai oleh banyaknya program sosial pemerintah yang kini disalurkan melalui skema nontunai seperti elektronik banking dan diakses menggunakan telepon genggam. Hal ini dianggap sebagai unsur produktivitas.

Selain itu, lanjut mantan Menteri Keuangan ini, pengeluaran dasar seperti konsumsi atas perumahan, listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan pendidikan sudah dikover oleh pemerintah. "Sehingga mereka menggunkan pendapatan yang masih ada untuk beli pulsa dalam jumlah signifikan," pungkas dia.

 


(ABD)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

18 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA