BI Masih Intervensi Pasar Meski Rupiah Mulai Menguat

Husen Miftahudin    •    Jumat, 14 Sep 2018 17:07 WIB
bank indonesiarupiah menguat
BI Masih Intervensi Pasar Meski Rupiah Mulai Menguat
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) masih tetap melakukan kombinasi kebijakan moneter sebagai bentuk intervensi otoritas agar pergerakan nilai tukar rupiah berada pada posisi fundamentalnya. Meskipun dalam beberapa hari terakhir, mata uang 'Garuda' menguat hingga ke level Rp14.801 per USD.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengakui tekanan global masih membayangi pergerakan nilai tukar rupiah. Dalam hal ini, Bank Sentral melakukan intervensi ganda dan mempertimbangkan opsi kenaikan suku bunga acuan.

"Jadi kalau kita masih intervensi, artinya kita masih melihat bahwa nilai tukar rupiah sendiri masih belum stabil dan masih jauh dari fundamental," ujar Dody di Kompleks BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.

Otoritas melakukan intervensi ganda di pasar valuta asing (valas) dan pasar surat berharga negara (SBN). Semenjak beberapa hari lalu, modal asing mulai kembali masuk SBN.

"Meskipun dalam satu minggu nett-nya sendiri masih outflow. Tetapi dalam beberapa hari terakhir (modal asing) sudah ada di saham dan SBN," jelasnya.

Adapun menurut Dody, pelemahan nilai tukar rupiah lebih dipengaruhi tekanan eksternal. Tekanan terbesar berasal dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

"Trade war sendiri masih belum clear. Artinya, AS dan Tiongkok stance-nya masih sama, retaliasi (aksi saling balas) masih terus dilakukan," tutur dia.

Selain itu, BI juga terus mewaspadai krisis yang terjadi di negara-negara berkembang seperti Turki dan Argentina. Kedua tekanan eksternal itu disebut berpotensi untuk kembali memperlemah nilai tukar rupiah.

"Dua kondisi eksternal ini terus kita lihat sebagai risiko yang belum berakhir dan itu berpotensi untuk melemahkan nilai tukar mata uang di negara-negara emerging. Jadi kami, BI, tetap terus jaga pasar. Mudah-mudahan penguatan sekarang ini stabilitasnya terus terjaga," tutup Dody.

 


(AHL)