Menkeu Siap Hukum Pegawai yang Terbukti Menyuap

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 14 Sep 2017 11:52 WIB
korupsi pajak
Menkeu Siap Hukum Pegawai yang Terbukti Menyuap
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. (Foto: MTVN/Suci Sedya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati tak segan memberikan hukuman bagi para pegawai pajak yang terciduk kasus suap atau korupsi.

Ani mengatakan hal tersebut tertuang dalam mekanisme kepegawaian di internal Kementerian Keuangan bahwa siapa saja pegawai yang melakukan penyelewengan jabatan akan dikenakan hukuman.

"Di dalam proses kepegawaian kita sudah cukup bukti melakukan hukuman kepada yang bersangkutan, kita akan lakukan," kata Ani di kantor pusat DJP, Jakarta Selatan, Rabu malam 13 September 2017.

Terkait penahanan tersangka berinisial AP, PNS pajak KPP Madya Gambir dan JJ mantan PNS Pajak KPP Madya Jakarta Selatan oleh Kejaksaan Agung, Ani mengaku pihaknya menghormati langkah hukum lembaga tinggi tersebut terhadap kasus lama tentang suap penjualan faktur pajak.

"Saya kalau petugas pajak apakah ditangkap KPK, investigasi Kejaksaan, itu kasus yang cukup lama, kita akan menghormati saja," jelas Ani.

Baca: Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Pejabat Pajak

Seperti diketahui, seorang mantan pejabat di lingkungan kantor Pelayanan Pajak Madya Gambir, AP ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung. AP diduga terkait dengan kasus suap yang melibatkan mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan, JJ.

AP kini adalah Kepala Seksi Kantor Pelayanan Pajak Madya Gambir. AP ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: B-61/F.2/Fd.1/08/2017 tanggal 18 Agustus 2017.

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan JJ seorang mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak Madya Jakarta Selatan terkait dugaan serupa. JJ diduga menerima suap dalam penjualan faktur pajak dari beberapa perusahaan. Suap itu pun juga disampaikan oleh pihak perantara yakni melalui pihak keamanan perumahan, office boy KPP Madya, serta tukang jahit.

JJ pun menerima dana dari pihak-pihak lain melalui rekening yang bersangkutan di beberapa Bank dengan total sebesar Rp14,1 miliar. Selanjutnya uang yang diterima dipergunakan untuk pembelian mobil, logam mulia, dan properti.

 


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

18 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA