Ibu Kota Baru Butuh Gedung Perkantoran hingga Drainase yang Baik

Desi Angriani    •    Jumat, 07 Jul 2017 07:32 WIB
pemindahan ibukota
Ibu Kota Baru Butuh Gedung Perkantoran hingga Drainase yang Baik
Suasana kawasan perkantoran di Jakarta (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana pemindahan ibu kota negara ke wilayah baru di luar Pulau Jawa membutuhkan kesiapan infrastruktur hingga pendanaan. Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Wahyu Utomo mengatakan, pemindahan ibu kota negara layaknya membangun sebuah kota baru.

"Kita akan lihat kebutuhannya kan seperti bangun kota baru," ujar Wahyu, dalam sebuah jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Kompleks Taman Ria Senayan, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017.

Wahyu mengungkapkan, infrastruktur dasar yang dibutuhkan untuk membangun sebuah kota ialah bangunan perkantoran, drainase, sumber air bersih, dan perumahan. Infrastuktur pendukung seperti listrik dan telepon juga tak kalah penting.

"Kan kita tahu infrastruktur yang dibutuhkan paling tidak dari sistem bangunan drainase airnya berapa liter per kubik itu dikaji kemudian jalan dan rumah yang  kerja disitu," tuturnya.

Menurutnya, lokasi pemindahan ibu kota harus dikaji secara matang. Bila dipindahkan ke Palangkaraya akan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Sebab struktur tanah di kota tersebut mayoritas gambut dan sangat berbeda dengan Pulau Jawa.

"Kalau tanah gambut tentu butuh dana yang lebih besar dan ini sedang dikaji oleh Bappenas dari sisi lokasinya dikaitkan dengan kondisi tanah dan accessibility-nya," ungkap Wahyu.

Selain itu, lokasi ibu kota negara juga harus mudah diakses, misalnya, dekat dengan pelabuhan dan bandara. Namun demikian, pemerintah masih menunggu kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/Bappenas yang ditargetkan selesai pada akhir 2017.

"Belum tahu kan lagi dikaji dan dibandingkan dengan pengalaman negara lain," tukasnya.

Sebelumnya Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro sempat mengatakan, ada beberapa kota kandidat yang berpotensi menjadi ibu kota baru. Dia mengakui salah satu kandidat ibu kota baru ialah Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Bambang mengatakan, saat ini tim Bappenas sedang menganalisis kriteria wilayah, kemudian kesiapan dan ketersediaan lahan, hingga sumber pendanaan untuk pembangunan ibu kota baru tersebut. Rencana pemindahan ibu kota negara muncul kembali karena dinilai adanya kebutuhan pembentukan pusat ekonomi baru.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

2 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA