Dana Pengembangan dan Riset Indonesia Capai Rp26 Triliun

   •    Sabtu, 16 Feb 2019 15:46 WIB
bukalapakstartupRiset dan Penelitian
Dana Pengembangan dan Riset Indonesia Capai Rp26 Triliun
Presiden Joko Widodo. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan dana pengembangan dan riset di Indonesia sudah mencapai Rp26 triliun.

"Tetapi ini harus ada sebuah kelembagaan besar agar arahnya jelas, tembakannya tepat, sehingga inovasi di negara ini bisa muncul, sekarang tersebar di kementerian dan lembaga," katanya, di Istana Merdeka, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 16 Februari 2019.

Menurut dia, anggaran riset dan pengembangan sudah besar, namun ke depan memang akan terus dikembangkan.

Baca juga: Pertumbuhan Riset Indonesia Dahsyat dalam Empat Tahun Terakhir

Di sisi lain, mengenai peran swasta, Jokowi mengatakan masih dalam proses pembicaraan dalam rangka pengembangan SDM dan inovasi.

"Kita harus mendorong dan mendukung yang namanya Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, untuk memajukan ekonomi kita semuanya kita dorong startup ini," jelasnya.

Menurut dia, semua itu lepas dari pilihan politik. "Kita harus bersikap bijak dan lapang dalam bertindak," tambah dia.

Baca juga: Berapa Anggaran R&D Indonesia?

Ketika ditanya apakah dirinya sudah memaafkan Achmad Zaky (CEO Bukalapak), Jokowi mengatakan sudah bertemu. "Tadi sudah bertemu dan saya tidak ada perasaan apa-apa terhadap Mas Zaky, sudah tiap hari ketemu," tuturnya.

Adapun berdasarkan data Kemenristekdikti 2017, anggaran riset Indonesia baru 0,25 persen dari total Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) yang jika dirupiahkan besarnya Rp30,8 triliun.

Dirjen Riset dan Pengembangan (Risbang) Kemenristekdikti Muhammad Dimyati bahkan mengakui, angka tersebut berada di bawah Thailand (0,6 persen), Malaysia (1,6 persen), dan Singapura (2,2 persen). Namun, kata Dimyati, jangan lekas-lekas mengecilkan capaian riset yang mampu dihasilkan Indonesia.

 


(AHL)