Kena Pajak, Bukalapak Tak Takut Pelapak Berkurang

Annisa ayu artanti    •    Senin, 28 Jan 2019 17:47 WIB
bukalapak
Kena Pajak, Bukalapak Tak Takut Pelapak Berkurang
Illustrasi. MI/ARYA MANGGALA.

Jakarta: Bukalapak tidak terlalu ambil pusing terhadap aturan pajak e-commerce yang akan berlaku pada April 2019. Terkait soal pencantuman Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Bukalapak akan segera menyiapkan formulirnya.

CEO Bukalapak M Fajrin Rasyid menjelaskan aturan mengenai pajak e-commerce ini tidak akan memberatkan penjual online. Ia juga tidak khawatir aturan ini dapat mengurangi jumlah pelapak di Bukalapak.

"Saya tidak khawatir ya (pelapak berkurang). Ini sesuatu positif, karena pada akhirnya pemerintah mendorong industri," ucap Fajrin di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.

Untuk aturan pencantuman NPWP, Fajrin menambahkan, Bukalapak akan menyediakan formulir NPWP bagi pelapak baru. Namun ditekankannya, pencantuman NPWP tidak bersifat wajib. Sehingga pelapak-pelapak pemula atau yang tidak memiliki NPWP tetap bisa berjualan online di Bukalapak.

"Kita siap saja menyiapkan fill NPWP tapi tidak wajib diisi," sebut dia.

Seperti diketahui, dalam rangka memberikan kepastian terkait aspek perpajakan bagi pelaku usaha yang melaksanakan kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik, pemerintah melalui Menteri Keuangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik. Berdasarkan keterangan resmi Ditjen Pajak Kemenkeu ditegaskan pemerintah tidak menetapkan jenis atau tarif pajak baru bagi pelaku e-commerce.

Pengaturan yang dimuat dalam PMK-210 ini semata-mata terkait tata cara dan prosedur pemajakan, yang dimaksudkan untuk memberikan kemudahan administrasi dan mendorong kepatuhan perpajakan para pelaku e-commerce demi menciptakan perlakuan yang setara dengan pelaku usaha konvensional. 

Pokok-pokok pengaturan dalam PMK-210 ini adalah sebagai berikut: Pertama, bagi pedagang dan penyedia jasa yang berjualan melalui platform marketplace. Memberitahukan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kepada pihak penyedia platform marketplace. 

Apabila belum memiliki NPWP, pelapak dapat memilih untuk mendaftarkan diri guna memperoleh NPWP, atau memberitahukan Nomor Induk Kependudukan kepada penyedia platform marketplace.



(SAW)