Ditjen Pajak Jaring Pelaporan SPT via Spectaxuler

Suci Sedya Utami    •    Minggu, 18 Mar 2018 13:14 WIB
perpajakan
Ditjen Pajak Jaring Pelaporan SPT via Spectaxuler
Acara SpSectaxuler digelar di Jalan MH Thamrin, Lot 10, Jakarta Pusat, Minggu, 18 Maret 2018. Medcom/Suci.

Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengupayakan berbagai cara dalam menjaring kepatuhan masyarakat melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan (PPh) wajib pajak orang pribadi.

Salah satunya dibarengi dengan acara Spectaxuler di berbagai kota di Indonesia. Di Jakarta, acara ini digelar di Jalan MH Thamrin, Lot 10, Jakarta Pusat, Minggu, 18 Maret 2018.

Spectaxuler sebenarnya merupakan acara santai bertemakan olahraga seperti lari marathon, futsal dan basket di sela-sela car free day (CFD), namun kali ini acaranya digabung dengan acara kampanye simpatik dengan tema pajak, lapor pakai e-filing, bayar pakai e-billing.

Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengatakan acara ini sebenarnya bertujuan mengingatkan masyarakat terkait batas penyampaian SPT yang akan jatuh tempo pada 31 Maret 2018.

"Jadi ini hanya kampanye bersama masyarakat sambil mengingatkan penyampaian SPT metodenya bermacam-macam, termasuk kami sampaikan e-filing melalui web maupune-form bisa di mana saja," kata Robert, di Jalan MH Thamrin, Lot 10, Jakarta Pusat, Minggu, 18 Maret 2018.

Namun demikian, Robert tak menyebutkan berapa kirannya pelaporan SPT yang bisa terjaring dari kegiatan tersebut. "Ini kan hanya menyuarakan saja," ujar Robert.

Adapun data hingga Sabtu, 17 Maret, jumlah SPT yang sudah masuk yakni sebesar 6,1 juta dari target 14,4 juta. Dari realisasi tersebut 75 persen disampaikan menggunakan e-filing. Lebih jauh, dalam acara ini, DJP menggandeng himpunan bank milik negara (Himbara) Mandiri, BNI, BRI, dan BTN untuk membatu menyosialisasikn pelaporan SPT.



(SAW)