Agustus 2016, ULN Indonesia USD323 Miliar

Eko Nordiansyah    •    Senin, 17 Oct 2016 19:43 WIB
utang luar negeri
Agustus 2016, ULN Indonesia USD323 Miliar
Bank Indonesia (BI). MI/Usman.

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2016 tercatat sebesar USD323 miliar. ULN Indonesia pada Agustus 2016 tumbuh sebesar 6,3 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2016 sebesar 6,6 persen (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, berdasarkan jangka waktu asal, ULN jangka pendek terus mengalami penurunan, sementara ULN jangka panjang tumbuh melambat. Berdasarkan kelompok peminjam, ULN sektor swasta mengalami penurunan, sementara ULN sektor publik mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Berdasarkan jangka waktu asal, posisi ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka panjang. Posisi ULN jangka panjang pada akhir Agustus 2016 mencapai USD282,5 miliar atau 87,5 persen dari total ULN dan tumbuh 8,1 persen (yoy), sedikit lebih rendah dari pertumbuhan Juli 2016 yang sebesar 8,3 persen (yoy)," ujar dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Sementara itu, posisi ULN jangka pendek pada akhir Agustus 2016 tercatat sebesar USD40,5 miliar atau 12,5 persen dari total ULN. ULN jangka pendek mengalami penurunan 4,8 persen (yoy), atau lebih dalam dari penurunan Juli 2016 yang sebesar 3,7 persen (yoy).

"Berdasarkan kelompok peminjam, posisi ULN Indonesia sebagian besar terdiri dari ULN sektor swasta. Pada akhir Agustus 2016, posisi ULN sektor swasta mencapai USD163,3 miliar atau 50,6 persen dari total ULN, sementara ULN sektor publik sebesar USD159,7 miliar atau 49,4 persen dari total ULN," jelas Tirta.

Adapun ULN sektor swasta masih mengalami penurunan 3,9 persen (yoy) pada Agustus 2016 setelah pada bulan sebelumnya turun tiga persen (yoy). Sementara ULN sektor publik tumbuh 19,2 persen (yoy) atau meningkat dari 18,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

Menurut sektor ekonomi, ULN swasta pada akhir Agustus 2016 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,5 persen.

Dirinya menambahkan, bila pertumbuhan tahunan keempat sektor tersebut dibandingkan dengan Juli 2016, pertumbuhan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas & air bersih tercatat meningkat. Sementara itu, ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mencatat pertumbuhan negatif.

Bank Indonesia (BI), lanjut Tirta, memandang perkembangan ULN pada Agustus 2016 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomiannasional. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta.

"Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," pungkas dia.


(SAW)