10 Tahun Diterapkan, Menkeu Belum Puas dengan Hasil Skema PPP

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 24 Nov 2016 14:03 WIB
kementerian keuangan
10 Tahun Diterapkan, Menkeu Belum Puas dengan Hasil Skema PPP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko bekerja sama dengan Pemerintah Kanada, Bank Dunia, dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) mengadakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) day 2016.

PPP di Indonesia dikenal dengan sebutan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Mekanisme PPP dihadirkan oleh pemerintah dalam rangka ikut melibatkan swasta untuk turut serta membangun perekonomian Tanah Air di masa-masa yang akan datang.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai, skema semacam ini sudah diusung pada saat dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kira-kira 10 tahun lalu. Karena sudah memakan waktu yang lama maka skema ini diharapkan membawa progres signifikan.

Dalam tempo 10 tahun itu, Ani, biasa ia disapa, tak puas karena kesepakatan pemenuhan pembiayaan (financial closing) untuk proyek-proyek infrastruktur baru sebanyak sembilan proyek. Menurut dia, angka tersebut sangat sedikit. Padahal setelah tak menjabat sebagai Menkeu di era pertamanya, Ani sudah melanglang buana di Bank Dunia.

Baca: Jokowi Fokus Bangun Infrastruktur Genjot Perekonomian
 
"Saya di Bank Dunia. Tapi kalau kita dalam 10 tahun hanya sembilan proyek itu terlalu sedikit sekali," kata Ani, di Westin, Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).

Namun, dirinya berharap kesembilan proyek tersebut benar-benar berjalan dan dieksekusi pembangunannya serta diharapkan tidak mandek. "Saya ingin yang sembilan financial close itu benar-benar dieksekusi. Jadi bukan setelah financial close menjadi benar-benar closed," ujar dia

Adapun kesembilan proyek itu yakni CJPP dengan nilai investasi Rp40 triliun, SPAM Umbulan Rp2,1 triliun, Palapa Ring Barat Rp1,28 triliun, Palapa Ring Tengah Rp1,38 triliun, Palapa Ring Timur Tp5,13 triliun, dan tol Manado-Bitung Rp5,1 triliun.

Selain itu, ada proyek tol Balikpapan-Semarinda Rp9,9 triliun, Tol Batang-Semarang Rp11 triliun, dan Tol Pandaan-Malang Rp5,9 triliun. Apabila dijumlahkan maka total yang tercatat menjadi sebesar Rp81,79 triliun.

 


(ABD)