Utang Luar Negeri RI Naik jadi USD326,3 Miliar

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 16 May 2017 19:29 WIB
utang luar negeri
Utang Luar Negeri RI Naik jadi USD326,3 Miliar
Ilustrasi Gedung BI. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal I-2017 berada pada posisi USD326,3 miliar. Pencapaian ini mengalami pertumbuhan yang terkendali sebesar 2,9 persen (yoy) atau sedikit meningkat dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 2,0 persen (yoy).

Berdasarkan kelompok peminjam, peningkatan ULN tersebut dipengaruhi oleh lebih kecilnya kontraksi pertumbuhan ULN swasta pada kuartal I 2017 yaitu sebesar minus 3,6 persen (yoy) dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar minus 5,5 persen (yoy). Sementara itu, ULN sektor publik tumbuh melambat dari 11,0 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 10,0 persen (yoy).


Sumber: Bank Indonesia

"Pada akhir kuartal I-2017, posisi ULN sektor publik tercatat sebesar USD166,5 miliar atau 51,0 persen dari total ULN), sementara posisi ULN sektor swasta tercatat sebesar USD159,9 miliar atau 49,0 persen dari total ULN," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa 16 Mei 2017.

Dengan perkembangan tersebut, rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir kuartal I 2017 tercatat relatif stabil di kisaran 34 persen sebagaimana pada akhir kuartal IV 2016. Namun begitu pencapaian ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kuartal I 2016 yang sebesar 37 persen.

Berdasarkan jangka waktu asal, pertumbuhan ULN jangka panjang melambat, sementara pertumbuhan ULN jangka pendek meningkat. Posisi ULN jangka panjang yang mendominasi ULN Indonesia pada akhir kuartal I 2017 tercatat sebesar USD282,4 miliar atau 86,5 persen dari total ULN atau tumbuh 1,1 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan kuartal IV 2016 yang tumbuh sebesar 1,5 persen (yoy).


Sumber: Bank Indonesia

Sementara itu, posisi ULN berjangka pendek pada akhir kuartal I-2017 tercatat sebesar USD43,9 miliar atau 13,5 persen dari total ULN atau tumbuh 16,3 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan kuartal IV-2016 yang tumbuh sebesar 6,0 persen (yoy). Sejalan dengan peningkatan ULN jangka pendek tersebut, rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa sedikit meningkat dari 35,3 persen pada kuartal IV-2016 menjadi 36,1 persen pada kuartal I-2017.

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir kuartal I-2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,5 persen. Pertumbuhan tahunan ULN sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas & air bersih meningkat dibandingkan dengan kuartal IV-2016, sementara ULN sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mengalami kontraksi pertumbuhan.

"Bank Indonesia memandang perkembangan ULN pada triwulan I-2017 tetap sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional. Bank Indonesia terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," pungkasnya.


(AHL)