BI Perkirakan Inflasi 0,22% di Juni 2018

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 08 Jun 2018 14:12 WIB
inflasibank indonesia
BI Perkirakan Inflasi 0,22% di Juni 2018
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua dari kanan) (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) memperkirakan tingkat inflasi pada Juni 2018 mencapai sebesar 0,22 persen. Hal ini sebagaimana hasil survei Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dilakukan bank sentral sampai dengan minggu pertama bulan ini.

"Hasil survei pemantauan harga minggu pertama Juni 2018, menunjukan indikator harga-harga itu terkendali dan rendah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Juni 2018.

Perkiraan inflasi, diakui Perry, memang sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi Mei 2018. Namun secara tahun kalender atau year to date (ytd) inflasi Juni 2018 diperkirakan sebesar 1,53 persen, sedangkan secara tahun ke tahun (yoy) inflasi tercatat 2,75 persen.

Dirinya menambahkan rendahnya inflasi periode Lebaran ini karena terkendalinya harga bahan pokok. Bahkan beberapa di antara bahan pokok yang menyumbang inflasi kini tercatat mengalami deflasi.



"Kalau kita lihat kelompok-kelompom harga bahan pokok itu rendah bahkan banyak yang deflasi. Kita lihat cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, udang, dan minyak goreng itu mengalami deflasi," jelas dia.

Meski demikian, Perry tetap mewaspadai beberapa bahan pokok penyumbang inflasi. Tak hanya itu, inflasi Lebaran juga biasanya dipengaruhi oleh kenaikan harga angkutan baik darat maupun udara.

"Memang ada beberapa yang jadi penyumbang inflasi cukup tinggi, biasanya menjelang Lebaran itu angkutan udara dan angkutan antara kota. Itu wajar karena banyak yang sudah memesan tiket dan akan melakukan perjalanan mudik," pungkasnya.

 


(ABD)