Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Stagnan 5% Tahun Ini

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 14 Feb 2018 19:47 WIB
pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Stagnan 5% Tahun Ini
Ekonom Rizal Ramli (kedua dari kanan). (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Ekonom Rizal Ramli memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan stagnan pada level lima persen tahun ini. Meski target yang ditetapkan mencapai 5,4 persen, namun hal itu diramalkan tidak akan tercapai sebagaimana pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang hanya 5,07 persen dari target 5,1 persen.

"Ada yang bilang 5,3 sampai 5,4 persen tapi saya ramalkan bakal stagnan lima persen lagi. strategi pemerintah yang salah dalam menyelamatkan perekonomian," kata dia di DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.

Menurut dia, kesalahan pertama pemerintah adalah pengetatan fiskal yang dilakukan pada saat ekonomi sedang melambat. Seharusnya dengan kondisi tersebut, pemerintah tidak melakukan penghematan demi memberi stimulus terhadap perekonomian nasional.

Hal yang sama pernah terjadi di banyak negara seperti Amerika Latin dan Yunani yang beberapa tahun lalu akhirnya gagal membayar krediturnya. Sementara di Amerika Serikat (AS), pemerintahannya justru mendorong pertumbuhan ekonomi melalui stimulus fiskal.

"Tapi berdasarkan pengalaman setiap ada krisis golongan menengah atas makin kaya. Karena beli aset murah, jadi kalau sulit mereka akan lebih baik. Tapi menengah ke bawah makin kesulitan, daya beli merosot karena PHK," jelas dia.

Selain itu, PLN dihadapkan pada kenaikan harga batu bara yang sudah menembus level USD100 per ton. Dengan kondisi tersebut maka bisa dipastikan harga listrik akan naik dan mempengaruhi masyarakat kelas menengah ke bawah.

"Begitu naik, golongan menengah bawah tertekan. Dulu bayar listrik Rp300 ribu naik jadi Rp700 ribu, kalau naik lagi tambah lagi Rp300 ribu. Kasihan rakyat Indonesia dikasih impian-impian kosong terus," pungkasnya.


(AHL)