Pemerintah Komitmen Kembangkan Waqf Linked Sukuk

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 01 Nov 2018 12:48 WIB
surat utangsukukobligasiekonomi indonesiasurat berharga negara
Pemerintah Komitmen Kembangkan Waqf Linked Sukuk
Pemerintah berkomitmen mengembangkan Waqf Linked Sukuk (Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen untuk mengembangkan Waqf Linked Sukuk. Komitmen pemerintah ditandai dengan dilakukannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Kementerian Agama, dan Badan Wakaf lndonesia (BWI).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Lucky Alfirman, Ketua BWI Muhammad Nuh, Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo, serta perwakilan Kementerian Agama.

"Sekarang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) bisa dijadikan sebagai instrumen untuk mengelola wakaf," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, di Gedung Dhanapala, Kompleks Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.

Waqf Linked Sukuk ditujukan untuk memfasilitasi BWI dan para pewakaf uang agar dapat menginvestasikan uang wakaf pada instrumen investasi yang aman dan bebas risiko default, yaitu sukuk negara.

Skema Waqf Linked Sukuk yaitu BWI selaku pengelola dana wakaf menginvestasikan dana wakaf dalam sukuk negara. Selanjutnya, return dari imbal hasil sukuk negara tersebut disalurkan oleh BWI melalui Mitra Nazhir Penyaluran untuk pembiayaan kegiatan sosial dan untuk pembiayaan pembangunan proyek sarana dan prasarana sosial yang akan menjadi aset wakaf.

"Pada saat jatuh tempo sukuk negara, dana tunai pelunasan dikembalikan oleh BWI kepada para pewakaf 100 persen," kata Lucky.

Total akumulasi penerbitan sukuk negara hingga Oktober 2018 telah mencapai lebih dari Rp950 triliun atau USD63 miliar dengan outstanding per 25 Oktober 2018 sebesar Rp657 triliun.


(ABD)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA