Alasan Pemerintah soal Naik Turun Rupiah

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 13 Nov 2018 18:41 WIB
rupiah menguatrupiah melemahkurs rupiah
Alasan Pemerintah soal Naik Turun Rupiah
Ilustrasi. (FOTO: MI/Susanto)

Jakarta: Pemerintah beralasan gerak rupiah dalam beberapa waktu terakhir masih mungkin mengalami penguatan ataupun pelemahan. Naik turunnya kurs nilai tukar rupiah disebabkan oleh sentimen dalam negeri, maupun luar negeri.

"Pergerakan rupiah selalu ada saja alasannya dari luar, alasan dari dalam (negeri)," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, 13 November 2018.

Dirinya menambahkan dinamika global terus mempengaruhi gerak mata uang rupiah. Tak hanya rupiah, perkembangan global yang didominasi berasal dari Amerika Serikat (AS), juga berdampak bagi gerak mata uang dunia.

"Kondisi global dan dinamika yang ada itu harus kita jaga, waspadai, dan bagaimana menjaga ekonomi kita agar bisa absorb itu," jelas dia.

Sementara di dalam negeri, defisit transaksi berjalan (CAD) yang meningkat di kuartal III-2018 memberi sentimen negatif bagi rupiah. Namun, menurut Sri Mulyani, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menjaga CAD.

"Mengenai CAD, saya rasa kita sudah membahasnya dalam sidang kabinet, dalam Menko Perekonomian, langkah-langkah yang dilakukan kementerian/lembaga, terutama dunia usaha dan dengan BI, OJK. Kami akan jalankan terus," pungkasnya.

Melansir Bloomberg, rupiah berada pada Rp14.805 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah menguat tipis 0,1 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp14.820 per USD.

 


(AHL)