RAPBN 2018

BI Sebut Tidak Baik Rupiah Menguat Lebih dari Rp13.400/USD

Suci Sedya Utami    •    Senin, 11 Sep 2017 14:51 WIB
kurs rupiahrapbn 2018
BI Sebut Tidak Baik Rupiah Menguat Lebih dari Rp13.400/USD
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai level teraman kurs rupiah untuk menguat di 2018 yakni berada di Rp13.400 per dolar Amerika Serikat (USD), sejalan dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi baik di Indonesia maupun di dunia. Karenanya bank sentral memandang Rp13.400 per USD merupakan level yang aman di tahun depan.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, menjawab pertanyaan Anggota Komisi XI DPR yang menanyakan terkait ripiah yang malah melemah ke level Rp13.400 per USD dalam asumsi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar Rp13.500 per USD di tengah taksiran kondisi ekonomi yang membaik di 2018.

"Kami memahami apabila kurs mau dibuat lebih kuat dari Rp13.500 ke Rp13.400, saya rasa Rp13.400 masih masuk kisaran. Tapi kurang dari itu rasanya kurang baik," kata Mirza, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 11 September 2017.

Mirza mengatakan, pada 2018 Indonesia masih akan menghadapi teksnan dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yakni Fed Fund Rate (FFR) dan juga kemungkinan kenaikan suku bunga Eropa. Menurutnya faktor eksternal itu memberi kontribusi lebih dari 50 persen terhadap pergerakan mata uang.

Sehingga, lanjutnya, kurs rupiah tidak hanya dilihat dari membaiknya kondisi ekonomi secara umum saja yang berasal dari dalam negeri, tapi juga dari eksternal yang memiliki bobot yang tinggi. Adapun BI di 2018 memperkirakan rupiah akan menyentuh level Rp13.550 per USD. Dalam hal ini, BI terus berupaya menjaga keseimbangan rupiah di level yang aman.

"Kurs adalah keseimbangan dan juga bagaimana kita tetap menjaga ekspor kita supaya kompetitif dan sambil berusaha menahan agar impor yang tidak produktif bisa kita cegah," jelas dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng mengatakan, kondisi ekonomi tahun depan diprediksi akan lebih baik lagi dibandingkan dengan tahun ini. Apalagi Indonesia telah mendapatkan peringkat layak investasi dari tiga lembaga rating internasional yang tentu memengaruhi laju investasi yang masuk ke Tanah Air.

Politikus Golkar ini menilai, apabila tingkat pertumbuhan ekonomi membaik maka investor semakin gemar menanamkan modalnya di negara tersebut. Artinya, semakin banyak aliran modal asing dalam bentuk USD yang akan masuk. Hal itu tentu ujungnya memberi efek positif bagi pertumbuhan ekonomi.

"Kami harap pemerintah bisa memacu inevstasi asing menanamkan modalnya ke sini secara riil. Dengan masuknya inevstasi itu USD akan capai Rp13.400 per USD.

 


(ABD)