BI Dorong Pemda di Kepri Mempercepat Realisasi Belanja Modal

Anwar Sadat Guna    •    Jumat, 11 Aug 2017 16:48 WIB
belanja negarakepri
BI Dorong Pemda di Kepri Mempercepat Realisasi Belanja Modal
Ilustrasi perekonomian wilayah Kepri. (ANTARA FOTO/Joko Sulistyo)

Metrotvnews.com, Batam: Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi Kepri mendorong seluruh pemerintah daerah (pemda) di Provinsi Kepri mempercepat belanja modalnya agar dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi Kepri yang tengah merosot.

Kepala BI Kantor Perwakilan Provinsi Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, mengatakan, hingga semester I-2017, belanja modal pemerintah kota/kabupaten termasuk Pemprov Kepri baru mencapai 32,5 persen.

"Angka tersebut masih terbilang minim, sehingga perlu didorong lagi agar penyerapan belanja modal oleh pemerintah daerah lebih maksimal," ungkap Gusti kepada Metrotvnews.com seusai konferensi pers tentang pertumbuhan ekonomi nasional dan regional, di Hotel Harmonie One, Batam, seperti diberitakan Jumat 11 Agustus 2017.

Ia menjelaskan, idealnya realisasi belanja modal seluruh pemerintah daerah di Kepri di semester I-2017 mencapai 50 persen, agar sisanya dapat dimaksimalkan penyerapannya pada semester II tahun ini.

"Dalam rapat konsolidasi bersama Gubernur Kepri, wali kota dan bupati se-Provinsi Kepri, kami mendorong seluruh pemda mempercepat realisasi belanja modalnya supaya bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi di Kepri," kata Gusti.

Belanja modal tersebut, sambung Gusti, di antaranya belanja untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, irigasi, termasuk pembangunan gedung, fasilitas sarana prasarana, termasuk pengadaan aset yang dikelola pemerintah daerah/kota.

Baca: Pertumbuhan Ekonomi Kepri Terendah Kedua di Indonesia

Adapun pemerintah kota/kabupaten tersebut, yakni Pemkot Batam, Tanjungpinang, Pemkab Bintan, Lingga, Karimun, Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Adapun pertumbuhan ekonomi Kepri di semester II tahun ini hanya 1,52 persen. Angka pertumbuhan itu semakin menurun dari pertumbuhan ekonomi di semester I berkisar 2,02 persen. Angka tersebut menempatkan Provinsi Kepri berada di urutan ke-33 pertumbuhan ekonomi secara nasional. Hanya terpaut satu tingkat dengan NTB yang berada di peringkat 34.

Dijelaskan Gusti, ada beberapa faktor yang memicu sehingga ekonomi Kepri mengalami perlambatan. Di antaranya, selain belum terserapnya secara maksimal belanja daerah, net ekspor di Kepri juga menurun hingga berada di angka 0,03 persen.

Selain itu, jelas Gusti, konsumsi rumah tangga yang sebelumnya diharapkan dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi justru menurun. Padahal pada tahun ini, ada perayaan Idul Fitri dimana masyarakat menerima THR dan gaji-13.

"Konsumsi rumah tangga justru menurun, dari 6,95 persen pada triwulan I 2017, turun menjadi 6,48 persen di triwulan II tahun ini. Masyarakat kita yang menerima THR dan gaji-13 justru menahan dan menghemat pengeluaran belanja mereka setelah Lebaran baru-baru ini," jelasnya.

Baca: Ekonomi Kepri Diklaim Bergantung ke Singapura

Selain tiga faktor tersebut, investasi di Kepri, khususnya Batam juga mengalami kontraksi, khususnya di investasi pembangunan gedung dan konstruksi. "Ada penurunan aktivitas konstruksi. Konsusmi semen di Kepri hanya berkisar 23,38 persen," papar Gusti.

Investasi yang sebelumnya masih tumbuh positif mencapai sembilan persen di triwulan I, kata dia, menurun drastis dan hanya berada di angka 0,02 persen di triwulan II-2017.

"Ada beberapa investor yang masuk ke Batam pada 2017. Investasi ini biasanya ada proses untuk mencapai pada tahap produksi. Mungkin untuk awal-awal 2017, memang belum terlihat dampaknya, kemungkinan nanti pada triwulan kedua baru akan terasa dampaknya ketika mereka mulai produksi dan menjual produk-produknya," paparnya.

Selain belanja modal oleh pemda se-Provinsi Kepri, Gusti juga berharap agar belanja modal melalui APBN dapat dipercepat penyerapannya agar juga bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi di Kepri, seperti pembangunan flyover dan Waduk Seigong di Galang.

"Kita mengajak seluruh stakeholders untuk bersama-sama membangun optimisme agar pertumbuhan ekonomi Kepri bisa bangkit. Dalam rapat konsolidasi bersama gubernur baru-baru ini, daerah-daerah juga diharapkan dapat mengeksplorasi potensi-potensi yang dimiliki, seperti; maritim, pariwisata, dan pertanian," pungkasnya.


(AHL)