Strategi Indonesia Memenangkan 'Infinity War'

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 27 Sep 2018 16:53 WIB
bappenasekonomi indonesia
Strategi Indonesia Memenangkan <i>'Infinity War'</i>
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro. (FOTO: Medcom.id/Marcheilla)

Jakarta: Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi untuk memenangkan 'Infinity War'. Strategi ini menjadi solusi utama Indonesia dalam perang ekonomi global.

"Indonesia diuntungkan dengan bonus demografinya. Artinya, jumlah penduduk di usia muda yang produktif akan berada dalam jumlah besar," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, dalam diskusi Avengers vs Thanos: Strategi Indonesia Memenangkan Infinity War, Jakarta, Kamis, 27 September 2018.

Menurut dia, sumber daya manusia (SDM) merupakan modal besar. Namun semuanya harus dibarengi dengan kualitasnya, seperti pendidikan, kesehatan, dan daya saing dari para anak muda.

"Indonesia saat ini, dalam konteks persaingan masih ketinggalan. Kita harus kejar produktivitas itu sehingga Indonesia akhirnya bisa dari negara berpendapatan menengah, menjadi negara maju," imbuhnya.

Salah satu cara meningkatkan produktivitas dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan promosi kewirausahaan yang berbasis teknologi. Menurut Bambang, pemanfaatan teknologi bisa meningkatkan keterampilan dan investasi sumber daya manusia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini menuju 'perang yang tak terbatas' atau infinity war. Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Ekonomi Dunia di Hanoi, Vietnam beberapa waktu lalu.

Jokowi menjelaskan kondisi tersebut dengan mengambil cerita film Avengers: Infinity War, di mana sosok bernama 'Thanos' mengancam memusnahkan setengah populasi bumi. Namun Presiden menegaskan dirinya dan sesama rekan 'Avengers' lainnya siap untuk mencegah hal tersebut terjadi.

 


(AHL)