BI Optimistis Risiko Ekonomi Tahun Ini Tak Setinggi 2018

Nia Deviyana    •    Jumat, 04 Jan 2019 20:13 WIB
ekonomi indonesia
BI Optimistis Risiko Ekonomi Tahun Ini Tak Setinggi 2018
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menilai risiko ekonomi global pada tahun ini tidak setinggi tahun lalu. Hal ini salah satunya dipicu meredanya ketegangan antara AS dan Tiongkok dalam mencapai kesepakatan dagang.

"Kita pantau terus. Minggu depan akan ketahuan bagaimana solusi dari ketegangan perdagangan, bagaimana kelanjutannya tentu akan meredakan premi risiko di pasar keuangan global," ujar Perry di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2019.

Faktor lainnya, tambah Perry, dipicu kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang diprediksi Bank Dunia dan IMF hanya terjadi dua kali. Dalam hal ini, BI mengambil langkah konservatif sembari terus memantau perkembangan pasar.

"Saat ini pelaku pasar malahan ada yang memprediksi satu kali, bahkan sebagian lainnya bilang mungkin enggak naik. Itu kan artinya ada risiko, tapi kadarnya tidak setinggi tahun lalu," kata dia.

The Fed pada akhir Desember 2018 menaikkan suku bunga jangka pendek sebanyak 25 basis poin. Kenaikan pada saat itu menandai naiknya suku bunga the Fed untuk keempat kalinya sepanjang 2018, dan menjadi langkah kesembilan sejak akhir 2015, ketika bank sentral bergerak maju di jalur normalisasi kebijakan moneter.

Akan tetapi, the Fed mengisyaratkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat pada 2018 karena ekonomi AS diperkirakan mendingin.

 


(AHL)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

2 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA