Teror Bom, Perhelatan IMF-Bank Dunia Dipastikan Tetap Berjalan

Desi Angriani    •    Senin, 14 May 2018 17:33 WIB
imf-world bank
Teror Bom, Perhelatan IMF-Bank Dunia Dipastikan Tetap Berjalan
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Pemerintah memastikan persiapan perhelatan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meetings 2018 di Bali pada Oktober 2018 tetap berjalan meski Indonesia tengah dirundung serangkaian peristiwa ledakan bom.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan panitia IMF-WB akan meningkatkan berbagai mitigasi keamanan baik sebelum dan selama penyelenggaraan annual meetings tersebut berlangsung. Termasuk melakukan evaluasi terhadap berbagai bentuk kemungkinan serangan atau teror.

"Tidak, ini kan terus berjalan, artinya persiapan tetap dilakukan. Jadi adanya serangan teroris sama terjadi diberbagai negara jugan mereka pasti akan melakukan evaluasi karakter serangan seperti apa, bagaimana bentuk ancamannya dan bagaimana mitigasi," kata Ani sapaannya ditemui di Gedung BPK, Jakarta, Senin, 14 Mei 2018.

Namun demikian, kata Ani, pemerintah tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sebagai bagian dari sasaran teror. Di samping itu, pihaknya terus memperkuat pondasi dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar peristiwa ledakan bom tidak berdampak terhadap investasi.

"Fokus ekonomi masyarakat sedang meningkat, tentu kita berkepentingan untuk tidak membiarkan suatu teror itu kemudian menghilangkan kepercayaan dan persepsi positif pada ekonomi. Kita fokuskan bagaimana keselamatan masyarakat utama, " imbuh dia.

Sebelumnya Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 Luhut Panjaitan mengatakan persiapan IMF-WB sudah mencapai 75 persen. Persiapan tersebut meliputi sarana transportasi, hotel, venue, hingga mitigasi bencana alam seperti gempa, erupsi gunung berapi dan tsunami.

"Persiapannya sudah 75 persen, infrastruktur hotel, transportasi, terkait risiko bencana alam sudah kita siapkan," katanya di Gedung Kementerian Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat 11 Mei 2018.

Adapun serangkaian peristiwa ledakam bom dimulai dari kerusuhan yang terjadi di Rutan Mako Brimob. Kerusahan ini menimbulkan korban jiwa dari pihak kepolisian dan narapidana.

Tak lama berselang, bom meledak di 3 gereja Surabaya pada Minggu 13 Mei 2018 hingga menimbulkan 11 korban jiwa dan 44 orang luka-luka. Peristiwa ini kemudian berlanjut dengan ledakan bom di pintu masuk Polrestabes Sidoarjo, Jawa Timur pada Senin pagi 14 Mei 2018.


(AHL)