BI: Peluang Kenaikan Peringkat dari S&P Terbuka

   •    Sabtu, 14 Apr 2018 10:32 WIB
bank indonesia
BI: Peluang Kenaikan Peringkat dari S&P Terbuka
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia (MI/ROMMY PUJIANTO)

Batam: Bank Indonesia (BI) menilai hasil reformasi kebijakan di sektor rill, fiskal, dan moneter akan mendorong kenaikan peringkat (rating) utang Indonesia dari berbagai lembaga internasional. Tentunya lembaga pemeringkat internasional itu termasuk dari Standard and Poor's (S&P) yang juga akan merngumumkan penilaiannya tahun ini.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan kenaikan peringkat dari Moody's Investor Service pada Jumat pagi membuktikan kebijakan moneter yang terukur dan disiplin fiskal telah meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap perekonomian domestik. Diharapkan kondisi ini bisa terus membaik di masa mendatang.

"Ini akan membuat kita optimistis ke depan bahwa Indonesia akan terus bisa meningkatkan rating (peringkat) kita," kata Agus, menjawab pertanyaan mengenai peluang dinaikkannya peringkat Indonesia oleh Standard and Poor's (S&P) setelah Moody's meningkatkan atau mengerek peringkat Indonesia, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 14 April 2018.

Selain S&P, kata Agus, empat lembaga pemeringkat internasional sudah menaikkan Indonesia satu level di atas layak investasi atau invstment grade. Empat lembaga itu adalah Fitch Ratings, Moody's Service, Rating and Investment Information, dan Japan Credit Rating Agency.



S&P terakhir pada Mei 2017 menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB-/A-3 dengan outlook stabil atau setara investment grade. Indonesia membutuhkan waktu enam tahun untuk diganjar layak investasi oleh S&P.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan pada Oktober 2017 lalu sempat berseloroh bahwa S&P berpeluang menaikkan peringkat utang jangka panjang Indonesia menjadi BBB tanpa minus di 2018. Hal ini seiring bagusnya indikator-indikator ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut, pada tahun ini Agus melihat, keberlanjutan reformasi perizinan investasi di tingkat pusat dan daerah, serta penentuan prioritas sektor industri yang berdampak secara jangka panjang akan meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata internasional.

Selain itu, kata Agus, salah satu upaya reformasi yang berpotensi signifikan meningkatkan investasi adalah perubahan skema berbagai paket insentif pajak seperti pembebasan pajak 100 persen dan pengurangan pajak bagi sektor industri pionir.

"Serta upaya meningkatkan aspek vokasi di industri yang akan membuat kita optimistis ke depan Indonesia akan terus bisa meningkatkan peringkat," pungkasnya.

 


(ABD)


Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Perang Dagang AS-Tiongkok Tidak Pengaruhi Ekspor Indonesia

7 hours Ago

Perang dagang yang kini tengah berkecamuk antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok secara langs…

BERITA LAINNYA