Pemerintah Coba Naikkan Subsidi BBM dan Listrik Tanpa Revisi APBN

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 08 Mar 2018 18:34 WIB
bbm
Pemerintah Coba Naikkan Subsidi BBM dan Listrik Tanpa Revisi APBN
Illustrasi (ANT/Rosa Panggabean).

Jakarta: Pemerintah masih mencari cara untuk menaikkan subsidi energi yakni BBM dan listrik, salah satunya yakni melalui pengajuan revisi anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBNP.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah bakal berdiskusi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait kemungkinan adanya cara lain untuk melakukan penyesuaian subsidi selain dengan mengajukan APBNP.

"Sedang dibicarakan dengan DPR apakah dengan APBNP atau bukan. Kalau harus dengan APBNP ya APBNP, kalau bisa tidak ya kenapa harus APBNP," kata Darmin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Maret 2018.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengatakan kenaikan subsidi sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini terjadi. Menurut dia, apabila pemerintah tak menaikkan subsidi maka masyarakat dan perusahaan yakni Pertamina serta PLN yang akan menanggung bebannya.

"Pemerintah bisa saja diam tapi bisa collapse dia, kalau enggak dinaikkan subsidinya. Jadi dinaikkan subsidi adalah sebagai konsekuensi dari naiknya harga crude oil," tutur Darmin.

Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengajukan penambahan subsidi ke Komisi VII DPR. Usulan tersebut menyusul keputusan pemerintah tidak menaikkan harga‎ BBM jenis Solar subsidi dan penambahan jumlah pelanggan listrik golongan subsidi 450 volt ampere (va) dan 900 va.

Tahun ini alokasi subsidi solar mencapai 16 juta kiloliter (kl) dengan alokasi anggaran Rp7 triliun, atau setiap liter disubsidi Rp500. Jika subsidi solar bertambah diperkirakan menjadi Rp750 per liter hingga Rp1.000 per liter.

 


(SAW)