Demi Capai Target

Sri Mulyani Harus Kejar Penerimaan Pajak Rp425 Triliun di Dua Bulan Terakhir

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 08 Nov 2017 21:19 WIB
penerimaan pajak
Sri Mulyani Harus Kejar Penerimaan Pajak Rp425 Triliun di Dua Bulan Terakhir
Pajak . ANT/Arief Priyono.

Metrotvnews.com, Jakarta: Realisasi penerimaan pajak termasuk PPh Migas hingga akhir Oktober 2017 mencapai Rp858,04 triliun atau 66,85 persen dari target yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 sebesar Rp1.283,50 triliun.

Dari data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan dikutip Metrotvnews.com, Rabu 8 November 2017, tercatat pertumbuhan negatif 1,14 persen. Sebab, tahun lalu pada periode yang sama sebesar Rp867,93 triliun.   Jika tanpa penerimaan migas, maka capaiannya sebesar Rp815,84 triliun atau 65,70 persen dari target. Capaian ini pun mengalami pertumbuhan negatif sebesar 2,89 persen.

Apabila dirinci secara keseluruhan, maka PPh non migas tercapai Rp459,94 triliun atau 61,97 persen dari target, angka ini juga tumbuh negatif 10,31 persen.  Kemudian PPN dan PPnBM tercapai Rp347,47 triliun atau 73,07 persen dari target. 

Sedangkan PPN dan PPnPM mengalami pertumbuhan positif 13,92 dari Oktober 2016. PBB tercapai Rp2,94 triliun atau 19,08 persen dari target. Pajak lainnya Rp5,54 triliun atau 63,74 persen dari target.

Sementara untuk PPh migas tercapai Rp42,19 triliun atau 101,03 persen dari target. PPh migas tumbuh positif 51,85 persen. Apabila disimpulkan, maka dalam sisa waktu kurang dari dua bulan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus mengejar penerimaan pajak yang kurang Rp425,46 triliun.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo memprediksi, di sisa waktu dua bulan terakhir penerimaan negara yang mungkin dicapai yakni sebesar Rp319,94 triliun, atau Rp119,50 triliun di November serta Rp200,44 triliun di Desember.

Pras bilang, dalam dua bulan tersebut, pemerintah harus menjaga penerimaan rutin, lalu melakukan pengawasan terhadap PPN, melakukan persuasi yang tak membuat wajib pajak terganggu dan menindaklajuti data yang dimiliki.

"Tantangannya ya dua bulan ini, yang penting dijaga di November dan Desember sesuai ekspektasi," kata Pras pada Metrotvnews.com, Rabu 8 November 2017.

Adapun Pras mengatakan, dengan perkiraan dua bulan yang tersisa, maka sampai akhir tahun penerimaan pajak hanya mampu mencapai 91,8 persen dari target atau Rp1.177,95 triliun.





(SAW)