'Titah' Sri Mulyani ke Robert Pakpahan

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 01 Dec 2017 13:02 WIB
ditjen pajak
'Titah' Sri Mulyani ke Robert Pakpahan
Suasana pelantikan Robert Pakpahan menjadi Dirjen Pajak. (Foto: MTVN/Suci Sedya)

Jakarta: Robert Pakpahan resmi menjadi Dirjen Pajak baru, menggantikan Ken Dwijugiasteadi yang masuk masa purnabakti. Untuk tahun ini, Robert masih memiliki pekerjaan rumah (PR) peninggalan Ken yakni mengamankan target penerimaan pajak yang tinggal terisa satu bulan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewanti-wanti tugas tersebut bukan lah sesuatu yang mudah. Sebab, hingga menjelang akhir November, penerimaan pajak baru terkumpul 78 persen dari target dalam ABNP 2017 Rp1.472,7 triliun atau sekitar Rp1.148,7 triliun.

"Untuk mengumpulkan penerimaan pajak dalam satu bulan terakhir adalah tugas yang sangat berat," kata Ani dalam pelantikan Robert, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis malam, 30 November 2017.

Apalagi, kata Ani, jika dibandingkan dengan tugas Robert sebelumnya, yakni menjadi Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (PPR), maka tugas saat ini menjadi lebih berat.

"Dibanding dengan jabatan Pak Robert sebelumnya tinggal tanda tangan dan issue (menerbitkan) utang, sekarang harus mengumpulkan setiap rupiah," ujar dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan, Robert juga harus melaksanakan tugas dan tanggung jawab pascapengampunan pajak yakni dengan menjalankan aturan pasal 18 UU pengampunan pajak serta PP 36, PMK 165 dan mempersiapkan pelaksanaan perjanjian internasional dalam pertukaran informasi untuk kepentingan perpajaka (AeOI).

Oleh karenanya, Ani mengingatkan Robert, dibutuhkan kesiapan fisik dan mental untuk melaksanakan tugas tersebut. Lebih jauh, Ani berpesan pada istri Robert untuk menjaga dan mendampingi sang suami dalam menjalankan tugas berat tersebut.

"Untuk Bu Robert tolong komitmennya, karena untuk sisa satu bulan ini, Pak Robert akan saya pelototi setiap hari," jelas dia.

 


(AHL)