Lantik Pejabat Baru

Evaluasi di Ditjen Pajak Diharapkan Lebih Baik

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 29 Nov 2016 14:53 WIB
kementerian keuanganditjen pajak
Evaluasi di Ditjen Pajak Diharapkan Lebih Baik
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati berharap mekanisme evaluasi di tubuh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) semakin baik. Hal ini ditunjang oleh dengan pelantikan dua pejabat Eselon II Ditjen Pajak Kemenkeu yang baru.

Nantinya kedua pejabat baru ini akan ditugasi untuk memperkuat proses monitoring di Ditjen Pajak Kemenkeu. Dengan demikian, kinerja otoritas yang kini tengah disorot usai operasi tangkap tangan atas oknum pegawai Ditjen Pajak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu bisa lebih baik lagi dari sebelumnya.

"Kita perkuat dengan Direktur Kepatuhan Internal, Intelejen. Dan semua unsur lain untuk melaksanakan evaluasi terhadap unitnya masing-masing. Dan kemudian mereka saling memperkuat untuk terjadi check and balance atau suatu monitoring," kata Ani, biasa ia disapa, di Djakarta Theater, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (29/11/2016).

Baca: Menkeu: Mekanisme Pengawasan Internal Ditjen Pajak Penting

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani melantik dua pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Pelantikan dua pejabat ini diharapkan memberi dukungan positif terhadap kinerja Ditjen Pajak Kemenkeu di masa-masa yang akan datang.

Kedua pejabat yang diambil sumpahnya adalah Peni Hirjanto sebagai Direktur Intelijen Perpajakan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keberatan dan Banding dan Harry Gumelar sebagai Direktur Kepatuhan Internal dan Transformasi Sumber Daya Aparatur, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknologi Informasi Perpajakan.

Dalam sambutannya, Ani, biasa ia disapa, mengatakan di sumpah jabatan sudah menggambarkan keseluruhan janji dalam menerima jabatan tersebut. Kalau disebut dari pasal yang pertama maupun yang keempat, nyata-nyata adalah sesuatu.

"Tidak boleh memberi apapun dalam bentuk apapun yang kita perkirakan bahwa dia berhubungan dengan pekerjaan kita. Tidak memberikan atau tidak menerima," tegas Ani.

Baca: Menkeu Ingatkan Bawahan tentang Sumpah Tidak Terima Suap

Kepada kedua Direktur yang dilantik, Menkeu berharap suatu komitmen untuk membangun kembali semangat dari seluruh jajaran Ditjen Pajak Kemenkeu yang saat ini sedang terluka oleh sikap oknum. Menkeu berpesan agar kedua Direktur dapat bekerja baik, menebus luka dan kekecewaan.

Baca: Menkeu Lantik 2 Pejabat Ditjen Pajak

"Hal itu dengan menunjukkan di antara jajaran pajak masih banyak yang memiliki komitmen, integritas, dan tidak pernah lelah mencintai Indonesia dengan berbuat baik," pungkasnya.

 


(ABD)