Begini Cara Dirjen Bea Cukai Memerangi Praktik Pungli

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 19 Oct 2016 21:00 WIB
pungli
Begini Cara Dirjen Bea Cukai Memerangi Praktik Pungli
Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi. MTVN/Suci Sedya Utami.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi memerintahkan jajarannya untuk turut serta dalam memerangi praktik pungutan liar (pungli). Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta untuk mencegah praktik pungli. 

Dalam usahanya memerangi praktik pungli, dirinya memerintahkan kepada Unit Kepatuhan Internal untuk menyusun program dalam memerangi pungli dan korupsi. DJBC telah menyusun action plan yang dapat dipantau bersama. Program yang dibuat akan menitikberatkan pada pencegahan dan harus dilaksanakan dan menjadi atensi seluruh satuan kerja yang ada.

"BC sudah lakukan reformasi. Konkretnya kami sudah punya unit kepatuhan internal, mereka lakukan fungsi kontrol pada internal," kata Heru ditemui di sela-sela acara Jakarta International Logistics Summit and Expo di JiExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Heru menjelaskan program yang telah dibuat oleh Unit Kepatuhan Internal DJBC seperti penyusunan grand design peta integritas yang berfungsi sebagai early warning system bagi para pimpinan unit dalam memonitor integritas unit kerjanya. 

Baca : Mentalitas Dinilai Penyebab Terjadinya Pungli

Ada juga upaya sosialisasi, internalisasi, dan edukasi pencegahan gratifikasi. Selain itu pihanya juga melaksanakan survey kepuasan pengguna jasa tiap tahunnya sebagai sarana komunikasi antara DJBC dengan pengguna jasa, serta ada layanan pengaduan masyarakat untuk mengetahui apakah ada aduan terakit pungli.

Selain itu, dirinya telah mengeluarkan surat yang memerintahkan kepada seluruh jajaran DJBC untuk melakukan pencegahan praktik pungutan liar. Dalam surat tersebut ditekankan kepada seluruh pegawai DJBC untuk dapat melaksanakan tugas dengan berpedoman pada nilai-nilai Kementerian Keuangan, salah satunya adalah nilai integritas. 

“Setiap pegawai harus memberikan pelayanan prima tanpa pamrih kepada masyarakat atau pengguna jasa dan menghindari terjadinya konflik kepentingan,” ujar dia.

Heru berharap masing-masing pegawai dapat mendukung upaya DJBC dalam menjaga nama baik dan menghindarkan diri, serta saling mengingatkan terhadap perbuatan-perbuatan yang dapat mencoreng citra DJBC di mata masyarakat. 

Lebih jauh dia meminta para pimpinan Bea Cukai di Kantor Wilayah, dan seluruh Kantor Pelayanan di Indonesia agar dapat memberikan perintah tertulis dan lisan kepada Unit Kepatuhan Internal di masing-masing kantor untuk melakukan operasi pencegahan praktik pungli secara konkret dan berkesinambungan. Serta dengan meningkatkan pengawasan melekat secara berjenjang sesuai dengan Instruksi Direktur Jenderal Bea Cukai nomor INS-03/BC/2010. 





(SAW)