ADB Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% di 2018-2019

Desi Angriani    •    Rabu, 11 Apr 2018 11:32 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesia
ADB Perkirakan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% di 2018-2019
Suasana konferensi pers Asian Development Bank (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di angka 5,3 persen pada rentang 2018 sampai 2019. Proyeksi itu lebih rendah dari target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar 5,4 persen di 2018.

Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein mengatakan Indonesia dapat mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif seiring naiknya laju investasi dan membaiknya konsumsi rumah tangga.

"Perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh 5,3 persen pada 2018 dan 2019," kata Winfried Wicklein, dalam sebuah jumpa pers, di Kantor Perwakilan ADB di Indonesia, The Plaza Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

Menurut Wicklein laju investasi diperkirakan akan terus meningkat didorong oleh sentimen positif, reformasi struktural, dan percepatan sejumlah proyek strategis.  "Manajemen makroekonomi Indonesia yang kuat dan reformasi struktural telah mendorong momentum investasi," imbuhnya.



Untuk laju inflasi, lanjutnya, ADB meramalkan angka inflasi 2018 cukup stabil seperti tahun sebelumnya yang sebesar 3,8 persen. Namun inflasi akan sedikit naik ke 4,0 persen pada 2019. "Hal ini akan mendukung kepercayaan konsumen dan membantu mempertahankan pengeluaran rumah tangga dan pendapatan riil tahun ini dan tahun depan," ujar Wicklein.

Sementara pertumbuhan ekspor diperkirakan melambat pada 2018, tapi impor masih akan menguat ditopang oleh permintaan barang modal. "Defisit transaksi berjalan diperkirakan sedikit meningkat pada tahun-tahun mendatang," pungkas dia.

Adapun secara eksternal, risiko terhadap proyeksi perekonomian Indonesia antara  lain mencakup laju perkembangan kebijakan moneter di negara maju dan ketegangan perdagangan internasional. Di sisi domestik, perekonomian Indonesia berpotensi menghadapi kekurangan pendapatan dan terlambatnya pengeluaran.

Namun demikian, upaya reformasi struktural di Indonesia dapat membawa pertumbuhan ekonomi yang inklusif seperti investasi infrastruktur, pengembangan pendidikan, dan keterampilan, serta reformasi iklim investasi.

 


(ABD)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

11 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA