Gejolak Pangan Disebut Bakal Dorong Inflasi di November

Husen Miftahudin    •    Selasa, 29 Nov 2016 13:44 WIB
inflasi
Gejolak Pangan Disebut Bakal Dorong Inflasi di November
Ilustrasi. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi angka inflasi di November 2016 bakal lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya. Sebabnya, karena kondisi cuaca yang tak bersahabat membuat harga-harga pangan bergejolak.

Pada Oktober 2016, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi sebesar 0,14 persen. Capaian tersebut lebih didorong oleh kelompok makanan jadi, sementara kelompok bahan makanan justru terjadi deflasi.

"Inflasi dari administered price itu rendah, tapi pangan tetap ada pengaruh (ke inflasi). Mungkin November (pangan dorong) inflasi. Saya tidak tahu angkanya tapi (inflasi) akan lebih tinggi dari sebelumnya," ujar Darmin di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).




Menurutnya, sektor pangan berkaitan erat dengan musim dan kondisi cuaca. Bila kondisi cuaca tak menentu, maka akan mempengaruhi produktivitas, utamanya cabai dan bawang.

"Musim hujan seperti ini tifak banyak komoditas yang cocok. Kalau padi cocok, tapi cabai bawang tidak, jagung juga (tidak cocok). Tapi seberapa besar (pengaruh ke inflasi) saya tidak bisa memprediksi, tapi inflasi kita di November akan lebih tinggi," ungkap Darmin.

Perkiraan Darmin sejalan dengan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada minggu ketiga November 2016. Berdasarkan SPH, tingkat inflasi sebesar 0,39 persen (year to date). Tingkat inflasi ini didorong oleh naiknya harga cabai rawit dan bawang merah.


(AHL)