BI Dorong BPD Manfaatkan Transaksi Repo

Andi Aan Pranata    •    Senin, 17 Apr 2017 21:56 WIB
bpdrepo
BI Dorong BPD Manfaatkan Transaksi Repo
Ilustrasi Gedung BI. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Makassar: Bank Indonesia (BI) berupaya mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia agar aktif melakukan transaksi Repuschase Agreement (repo) atau transaksi gadai bersyarat antarbank. Sebab transaksi tersebut dianggap efektif dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

Kepala Departemen Pengembangan Pendalaman Pasar Keuangan BI Nanang Hendarsah mengungkapkan, sejauh ini baru 12 dari 25 BPD se-Indonesia yang memanfaatkan transaksi repo. Padahal sebelumnya semua meneken persetujuan Global Master Repurchase Agreement (GMRA).

"Kami terus mendorong agar seluruh BPD aktif, karena manfaatnya bukan hanya pada perbankan, tapi pada pasar keuangan secara keseluruhan," kata Nanang pada workshop Pengelolaan Likuiditas dan Transaksi Repo di Hotel Aryaduta Makassar, Sulawesi Selatan, Senin 17 April 2017.

Menurut Nanang, transaksi repo berandil besar dalam stabilitas pasar keuangan. Pasalnya, transaksi ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak yang bertransaksi. Bank yang punya cadangan dana segar alias likuiditas berlebih, bisa meminjamkan dananya sehingga tidak hanya menjadi dana endapan.




Transaksi repo atau repurchase agreement sendiri adalah transaksi peminjaman likuiditas antarbank dengan jaminan yang disepakati antar-kedua belah pihak. Bank bisa meminjam uang dari bank lainnya dengan perjanjian akan dikembalikan dengan waktu dan besaran yang sesuai kesepakatan. Selama ini likuiditas yang dimiliki oleh bank-bank tersebut mengendap di BI dan kembali masuk ke sistem perbankan.

"Proses transaksi repo memang lebih ribet sehingga diperlukan peningkatan SDM. Karena itu, kami gencar melakukan sosialisasi dan workshop di sejumlah daerah agar terbiasa dengan sistem ini," ujar Nanang.

Nanang tidak memaparkan lebih rinci seputar BPD yang sudah memanfaatkan transaksi repo. Namun dia mengisyaratkan bahwa hal tersebut kini tidak hanya terpusat di Jawa dan Indonesia Barat. Secara keseluruhan di Indonesia, sudah sudah 46 dari 106 bank yang mengoperasikan.

"Tren transaksi repo terus meningkat dari tahun ke tahun. Transaksi repo per hari berkisar Rp1 triliun hingga Rp4,6 triliun. Bila dirata-ratakan transaksi repo per hari saat ini mencapai Rp2 triliun hingga Rp3 triliun," tutup Nanang.


(AHL)