Bank Dunia Puji Kinerja Pemerintah dalam Memulihkan Ekonomi 2017

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 15 Jun 2017 14:35 WIB
bank dunia
Bank Dunia Puji Kinerja Pemerintah dalam Memulihkan Ekonomi 2017
Ilustrasi Bank Dunia. (FOTO: Reuters)

Metrotvnews.co, Jakarta: Bank Dunia melaporkan perekonomian Indonesia memasuki 2017 dengan pijakan yang kuat dan dibantu dengan lingkungan global yang mendukung serta kondisi fundamental dalam negeri yang membaik.

Dalam laporan triwulan perkembangan perekonomian Indonesia edisi Juni 2017 yang dikeluarkan Bank Dunia menyatakan hal ini diimpelemtasikan dari pertumbuhan riil produk domestik bruto (PDB) riil menguat menjadi 5,0 persen (yoy) pada triwulan pertama, dibanding 4,9 persen di triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh pulihnya tingkat konsumsi pemerintah dan melonjaknya nilai ekspor. Meski ada kenaikan inflasi karena naiknya tarif listrik. Namun, inflasi tersebut masih relatif rendah serta dibarengi dengan kebijakan moneter yang bersifat akomodatif.

Kinerja fiskal pada semester pertama pun menguat, dengan peningkatan penerimaan yang lebih bagus dibanding tahun lalu serta kualitas pengeluaran yang lebih baik.




Target penerimaan yang lebih realistis dalan APBN 2017 mengurangi kebutuhan pemotongan anggaran yang besar seperti yang dilakukan tahun lalu. Kinerja tersebut, kata Chaves ditandai dengan kenaikan peringkar kredit dari Standard and Poor, tentunya menunjukkan adanya perbaikan pengelolaan dan kredibilitas fiskal negara. Chaves menyebut bahwa Pemerintah telah melakukan kerja yang bagus.

"Sangat bagus di beberapa sektor, meski beberapa lain tidak terlalu. Fiskal, implementasi anggaran lebih baikm belanja sangat cepat dan mendorong pertmbuhan ekonomi," kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo A Chaves, di Energi Building, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis 15 Juni 2017.

Dia mengatakan, ketidakpastian kebijakan global dan ancaman proteksionisme yang meningkat di beberapa negara masih menimbulkan risiko merugikan yang signifikan terhadap pemulihan baru-baru ini dalam perdagangan dunia. Pemulihan harga komoditas dunia yang terus berlanjut telah membantu meningkatkan penerimaan ekspor dan fiskal, namun, harga terutama batu bara diperkirakan masih akan menurun.

"Harga komoditas memberi beberapa dukungan. Namun, Indonesia harus terus mencapai kemajuan dalam reformasi struktural, Upaya yang dilakukan secara terus menerus tetap penting untuk memperluas potensi ekonomi dan membuat negara ini mengurangi ketergantungan pada ekspor komoditas," ujar dia.




Pemerintah akan semakin menghadapi pilihan-pilihan sulit untuk menangani reformasi struktural yang penting namun mungkin tidak populer. Namun, dalam laporan tersebut dikatakan adanya pembatasan dari penanaman modal asing (PMA) menjadi hambatan bagi arus masuk PMA ke Indonesia.

PMA secara langsung belum berkontribusi cukup untuk meningkatkan potensi pertumbuhan Indonesia melalui pembangunan infrastruktur dan sumberdaya manusia serta pertumbuhan produktivitas.

"Oleh karena itu pemerintah harus mengevaluasi ulang pembatasan, terutama bagi sektor-sektor yang tercantum di dalam daftar negatif investasi untuk mendorong lebih banyak masuknya PMA," jelas dia.


(AHL)

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

TNI Gagalkan Penyelundupan 24 Ton Garam Ilegal

13 hours Ago

Aparat TNI AL Wilayah Dumai, Riau, menangkap sebuah kapal motor kayu yang diduga mengangkut 24 …

BERITA LAINNYA