BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II jadi 5,1%

Desi Angriani    •    Selasa, 20 Jun 2017 12:27 WIB
pertumbuhan ekonomi
BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II jadi 5,1%
Ilustrasi Gedung BI. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2017 dari semula 5,2 persen menjadi 5,1 persen.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi turun satu persen akibat volume ekspor di kuartal-II yang secara riil hanya tumbuh sekitar tujuh persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Faktor lain, investasi itu kalau yang bangunan masih bagus. Konstruksi dan infrastruktur masih bagus. Tapi yang nonbangunan itu yang semula kami perkirakan bisa naik lebih cepat ternyata kenaikannya belum tinggi banget, masih sekitar 4-5 persen saja. Itu yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi semula bisa 5,2 persen menjadi sekitar 5,1 persenan lah," ujar Perry di Gedung Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 20 Juni 2017.

Sementara itu, konsumsi Rumah Tangga juga mengalami sedikit penurunan dari proyeksi yag diharapkan selama Ramadan. Namun konsumsi masih berada di angka 5 persen.

"Biasanya di kuartal-II kan bisa 5,1 persenan. Ya seperti itu, itu menunjukan bahwa masih kuat konsumsi rumah tangga tapi kenaikannya tidak setinggi yang kami harapkan,” tuturnya.

Dia berharap, melalui pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 PNS dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat lantaran selama ini pertumbuhan ekonomi dipicu stimulus pemerintah dan ekspor.

"Kalau konsumsi rumah tangga kan dia akan terdorong naik atau turun kalau ada stimulus pemerintah atau kenaikan ekspor," tandasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang kuartal-I lalu, ekspor barang dan jasa mencapai Rp661,7 triliun atau tumbuh 8,04 persen secara tahunan dengan kontribusi terhadap PDB 1,71 persen. Sementara ekspor sepanjang April-Mei sendiri mencapai Rp365 triliun.

 


(AHL)